[KonsultasiSEKS-Dr.Chintya] Dokter, Kenapa Suami Saya Tidak Bisa EREKSI?

Pertanyaan:
Dokter saya mau tanya mengenai suami saya, umur saya 30 th, suami 31 tahun, kami mempunyai anak laki-laki, umur 3,5 th, dulu sebelum anak saya lahir kami melakukan hubungan intim secara rutin dan selalu suami yang minta, ketika anak saya lahir berbarengan dengan suami sakit, lumayan parah karena sempat operasi juga, beliau terkena TB USUS, pengobatan 6 bulan, alhamdulilah sembuh total.

Sekarang badannya juga gemuk, tetapi setelah sembuh suami saya jadi tidak bergairah untuk berhubungan intim, dulu alasannya karena trauma dengan sakitnya dahulu, kebetulan beliau juga nungguin waktu saya melahirkan, jadi dia takut saja kalo masukin penisnya ke dalam karena takut saya sakit, pokoknya trauma dengan sakit, tapi sekarang masih susah untuk berhubungan intim, paling sebulan sekali, bahkan kadang tidak sama sekali.

Apa yang terjadi dengan suami saya dok? Sekarang malah kadang beliau ingin tapi penisnya tidak bisa ereksi/tegang, saya takut dok…., karena saya masih ingin punya anak lagi, mengapa itu bisa terjadi, apa karena trauma dok?apakah bisa sembuh dok? Mohon sarannya caranya bagaimana? terma kasih ya dok atas bantuannya…, mungkin saya akan sering-sering email, maaf ngrepoti ya dok.. karena saya bingung.

(Ibu NA di Jakarta by Email)

Jawaban:
Ibu NA yang Baik,

Saya turut prihatin dengan kondisi yang dialami saat ini. Dari kacamata kedokteran saya tidak bisa mengambil satu kesimpulan. Tetapi apa yang terjadi harus diperiksa secara intensif untuk mengetahui akar permasalahannya. Sebaiknya Anda dan suami memeriksakan diri ke psikiater.

Sebagai gambaran umum, perasaan yang dialami oleh suami Anda erat kaitannya dengan trauma. Ada kemungkinan setelah lama tidak berhubungan intim, suami minder dan takut mengecewakan pasangan. Sehingga dia menolak secara halus ajakan untuk berhubungan. Penolakannya memang harus dimaklumi, karena pria identik dengan perasaan superior, sehingga ketika dia terintimidasi oleh perasaannya sendiri maka ia akan menjadi inferior.

Jika alasan takut menyakiti Anda saat kembali berhubungan seks, maka Anda harus meyakinkannya bahwa hal itu tidak benar. Katakan bahwa Anda sangat menginginkan keharmonisan dan keintiman saat berhubungan dengan suami. Besarkan hatinya dan katakan bahwa Anda akan menikmati saat-saat indah dengannya. Tidak perlu malu untuk mengatakannya, komunikasi dan kerjasama memang dibutuhkan dalam aktifitas seksual. Seks bukan dominasi satu pihak saja, ini yang kurang dimengerti masyarakat kita.

Mengenai penis suami yang susah untuk kembali ereksi, hal itu adalah hal yang wajar mengingat lamanya frekwensi kalian tidak berhubungan. Pria membutuhkan stimulus untuk bisa merangsang saraf-saraf seksualnya. Rangasangan pada pria tentu saja dapat dibangkitkan dengan cara visual, misalnya dengan mengenakan lingerie kesayangan anda.

Bisa juga dengan memutar lagu romantis yang dapat mengembalikan gairah dan perasaan cinta yang menggebu-gebu. Usahakan Anda berdua rileks dan tidak capek saat hendak berhubungan, fisik yang baik juga menentukan keberhasilan hubungan seksual Anda. Sekali lagi, Anda berperan besar untuk membantu suami Anda menemukan kembali keperkasaannya. Satu kalimat saja, jujur dan terbuka adalah kunci kehangatan di atas ranjang.

Susah ereksi juga bisa berkaitan dengan kegemukan, gula darah serta tekanan darah tinggi. Jika suami tidak termasuk kategori di atas, maka Anda tidak perlu kuatir. Untuk melatih kembali otot-otot panggul bawah dan penis suami, ada baiknya mengikuti senam kegel. Anda bisa mencari buku dan DVD nya di took buku langganan atau meminta rekomendasi dari seksolog Anda. Demikian uraian saya, semoga bermanfaat.

Salam.
Dokter Chintya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: