FANTASI Seks Liar, Tidak “Diharamkan”

Kualitas hubungan seks adalah seberapa sering kita making love  dengan pasangan kita? Tapi bagaimana dengan seks sebagai alternative relaksasi, rekreasi dan fun. Oh ya, fantasi liar dengan pasangan ternyata tidak “diharamkan’ loh….

Pernah mendengar slogan ‘Kualitas Adalah Segala-Galanya?’ Seolah ingin mengatakan, memberikan yang terbaik dan terindah. Konon, ini berlaku untuk semua lini kehidupan, termasuk hubungan seks. Pastinya kualitas hubungan seks yang menyenangkan, selain menjaga relasi antar pasangan, bisa juga jadi sarana relaxing, rekreasi dan fun.

Ada cerita soal seks yang menjadi jembatan untuk “saling menyenangkan” dengan pasangan. Dita [26], seorang sekretaris di sebuah perusahaan asing di kawasan Thamrin, menyebut suaminya kurang memiliki “kualitas” dalam hubungan seksnya. Suaminya, Tito [33], lebih suka menyebut kuantitas sebagai relasi suami istrinya. “Memang, seminggu bisa tiap hari kita melakukan hubungan seks, tapi jujur saja saya tidak menikmati karena sepeti kewajiban saja, tidak ada unsure rekreasi yang menyenangkan,” tukas Dita.

Berbeda dengan Mira [32], seorang pramugari maskapai asing asal Jakarta. Ibu satu anak yang kini tinggal di Hongkong itu  mengaku, memiliki relasi seksual yang berkualitas dengan suaminya, seorang pekerja IT di Hongkong. “Saya termasuk sering terbang, jadi jarang ketemu suami. Nah pertemuan yang singkat itu kita manfaatnya untuk berhubungan seks yang berkualitas,” aku perempuan berdarah Solo ini kalem.

Banyak cara yang dilakukan oleh Mira supaya kualitas seksualnya dengan suami menjadi benar-benar menyenangkan dan memuaskan. “Saya senang membaca buku-buku yang mengupas tentang seks, seperti Kamasutra. Buat saya, memberikan variasi dalam hubungan seks itu penting supaya tidak bosan,” imbuh Mira.

Menyimak dua contoh di atas, kualitas hubungan seks memang seharusnya dibangun dengan dua arah. Hubungan seks seyogyanya menjadi suatu ekspresi pengungkapan rasa kasih sayang dari dua insan yang saling mencintai. Dilakukan dengan sama-sama suka, artinya tidak ada unsur pemaksaan apabila pasangannya sedang tidak mood, sibuk, lelah atau sakit. Hubungan akan berhasil dengan baik dan memuaskan lahir batin apabila dilakukan dengan kesiapan kedua belah pihak. Istri dapat saja menolak (tentu saja dengan halus) apabila sedang tidak siap. Sebaliknya suami sebaiknya tidak egois, bisa bersikap bijaksana apabila pasangan sedang tidak siap.

Simak pendapat dr. Boyke Dian Nugraha Sp.OG, MARS, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang juga seksolog, menganggap seks adalah salah satu tiang perkawinan. Jika satu pilar ini goyah atau dicabut, rumah tangga itu bisa saja runtuh.

Menurut Boyke, peranannya dalam keharmonisan rumah tangga sekitar 20%. Sedangkan unsur terbesar, 55%, adalah faktor komunikasi. “Percaya atau tidak, Kesenjangan komunikasi akan menyebabkan banyak hal tak tersampaikan. Jika terus dibiarkan, kurang sehatlah hubungan suami-istri Anda,” ujarnya ketika berbicara  dalam suatu kesempatan.

Ada korelasi antara apa yang disampaikan Mira di atas dengan pendapat Boyke. Bagi dokter yang sempat main film ini, Supaya seks tetap dalam kondisi prima, ada empat hal ditekankannya. Pertama, seks yang dilakukan dalam ikatan perkawinan, bukan dengan pacar. Kedua, yang dilakukan dengan perasaan cinta, bukan dengan membayar, atau melakukannya secara asal-asalan. Ketiga, dilakukan dengan keterlibatan emosi masing-masing pasangan, dengan tujuan saling memuaskan. Keempat, yang dilakukan dengan teknik dan variasi baru, sehingga tidak membosankan. “Jika satu dari keempat hal itu tak ada, akan terjadi ketidakharmonisan,” tegasnya.

Dalam kacamatanya, fantasi “liar” tidak haram untuk dilakukan. “Sepanjang itu tidak dijadikan obsesi. Misal, sebelum berhubungan selalu harus menonton BF dulu. Kalau sesekali, bolehlah,” tambah dr. Boyke.

Dari beberapa studi literature yang ada, ada beberapa hal yang perlu Anda benar untuk melihat seberapa berkualitaskah hubungan seksual Anda dengan pasangan. Misalnya, anda termasuk pasangan yang masih sering bercumbu dan berciuman dengan pasangan? Menurut Michael Cane, penulis The Art of Kissing, berciuman memiliki banyak manfaat. Selain mengembalikan hasrat dan romantisme, berciuman juga memicu proses peningkatan kekebalan tubuh dan bisa membuat anda merasa kian menarik.

Jika anda dan pasangan masih melakukan hal ini, maka anda masih bisa merasakan sensualitas yang bisa mempengaruhi seluruh indera perasa. Bercumbu atau membuat gerakan-gerakan menggoda akan membuat pasangan lebih mesra dan nyaman. Hal tersebut akan membuat anda tampak seksi sehingga acara bercinta semakin menggebu-gebu.

Kemudian Sebaiknya sudah saatnya Anda mengubah mindset bahwa seks adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai pasangan suami istri. Seks haruslah menjadi kebutuhan jiwa bukan kewajiban.

Artinya jika seks telah menjadi kebutuhan jiwa antara anda dan pasangan, maka setelah bercinta anda akan merasa lapang dan lega seolah tanpa beban. Karena jika tidak, maka pada tahap ini anda tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali rasa lelah semata

Hal itulah yang sedang dialami oleh Dino [35], seorang karyawan di perusahan advertising terkenal di Jakarta. Relasinya dengan istri [yang karyawan di perusahaan marketing] sedang di ambang ‘roboh’ meski tetap serumah.  “Hampir setahun saya tidak pernah melakukan hubungan seks dengan istri. Kami sama-sama sibuk, nyaris tidak pernah ketemu. Ketika ingin, kami sama-sama lelah dan menolak,” ujar Dino.

Dino yang awalnya termasuk suami “setia” akhirnya “luluh” juga ketika seorang kawan sekantornya memberi perhatian lebih dan terjadilah “perselingkuhan” itu. “Saya menemukan apa yang istri dulu lakukan, pada teman saya itu. Jadi akhirnya saya menjalin hubungan terlarang dengan dia,” aku Dino.

Kenyataan banyak pasangan yang mengalami suasana kehidupan rumah tangganya sudah tidak romantis. Jika ditelusuri ternyata paling banyak penyebabnya masalah seksual. Meski bukan hanya itu permasalahannya, namun nyatanya itu lah penyebab terbesar.

Banyak faktor yang penyebabnya, biasanya timbul setelah beberapa tahun pasangan resmi berumahtangga. Biasanya diantara mereka sudah merasa pasangan atau kekasih sebagai saudara, teman atau bahkan sebagi kakak/adik.
Beberapa tips yang mungkin dapat dilakukan pasangan yang mengalami kemunduran hubungan seks.

Bicarakan masalah seks dengan kejujuran dan sikap terbuka antar pasangan. Harus ada keinginan untuk mencari penyelesaian dalam menghadapi berbagai masalah. Sikap menyembunyikan atau mengabaikan hanya akan memberikan masalah saja.

Tanamkan dalam hati, bahwa setiap hubungan seks membutuhkan usaha. Pertahankan kuantitas dan kualitas dari hubungan seks yang dilakukan. Kenikmatan berhubungan seks tergantung dari imajinasi dan keinginan diri untuk meningkatkannya.

Hal inilah yang lagi-lagi diingatkan oleh dr. Boyke. Menurut penyuka musik klasik ringan ini, rasa jemu, yang ada kaitannya dengan teknik dan variasi yang monoton, bisa memperkecil keterlibatan emosi. “Sang istri asal melayani karena (dianggap) sudah kewajiban, pura-pura orgasme supaya cepat selesai. Tak ada rasa cinta,” tuturnya.

Biasanya, suami mengeluh istrinya terlalu konservatif, diminta oral seks tak mau, sementara dirinya, terutama yang berusia di atas 40 tahun, memerlukan rangsangan lebih. Ini menjadi salah satu pendorong pasangan pria mendatangi pekerja seks komersial atau melakukan perselingkuhan. Jujur saja, Anda sudah berada di titik ini?

So, seberapa berkualitaskah hubungan seksual Anda kini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: