ORGASME Para PEREMPUAN [2]

Para ahli seks telah memecahkan siklus respon tersebut ke dalam 4 tahapan, perangsangan, kondisi stabil, orgasme, dan resolusi. Definisi dari hal tersebut berubah-ubah dan seseorang mungkin tidak sadar atas apa yang dialami tubuh mereka pada setiap tahap. Lamanya waktu yang dihabiskan seseorang untuk mengalami setiap tahap, dan bahkan urutan dari tiap tahapan mungkin bervariasi pada setiap orang. Seorang wanita yang sedang berkencan dapat mengalami gairah seksual beberapa kali, bahkan tanpa diketahuinya, tanpa pernah mengalami tahap stabil.

Dia mungkin mengalami gairah seksual dan tahap stabil selama dia berdansa, tetapi kembali pada tahap tidak bergairah selama menuju ke rumah. Sekali di rumah dia dapat mengalami gairah secara cepat dan orgasme sebagai akibat dari perangsangan secara langsung pada alat kelamin tanpa mengalami tahap stabil. Cara di mana seseorang mengalami setiap tahapan adalah unik bagi mereka, dan bahkan hal ini akan berubah tergantung pada mood mereka dan bersama siapa mereka.

Bangkitnya gairah dapat disertai oleh respon-respon phisik dan mental dan atau rangsangan phisik:

* Dimulai dengan pelumasan vagina, dalam 10- 30 detik.
* 2/3 bagian dalam vagina membesar.
* Uterus (rahim) dan cervix ( mulut rahim ) tertarik ke atas.
* Labia majora menipis dan berpisah.
* Ukuran labia minora meningkat.
* Ukuran clitoris (kelentit) membesar.
* Puting susu menjadi tegak sebagai akibat dari kontraksi-kontraksi otot-otot.
* Saat berada pada gairah puncak, ukuran payudara dapat membesar.

[Dari buku “Masters and Johnson on Sex and Human loving” Halaman 62
Copyright 1982, 1985, 1986 Oleh William H. Masters, M.D., Virginia E Johnson, dan Robert C. Kolodny, M.D.]

Seperti yang disebutkan di atas, pelumasan vagina sebagai akibat dari vasocongestin pada dinding vagina. Cairan lembab “merembes” dari dinding vagina sebagai akibat meningkatnya darah yang terdorong ke sana. Proses ini disebut “Transudation”. Tetesan kecil dari cairan lembab terbentuk di dalam vagina sebagai akibat dari rembesan ini. Tetes-tetes cairan ini terkumpul bersama-sama dan mengalir keluar dari vagina, menyebabkan vulva menjadi lembab.

Banyaknya, ketebalan, dan bau pelumas vagina wanita bervariasi di antara wanita satu dengan yang lainnya, dan dengan wanita yang sama tergantung pada banyak faktor, termasuk kondisi menstruasinya, dan apa yang telah dia makan. Adanya pelumasan vagina tidak menandakan bahwa seorang wanita betul-betul siap untuk melakukan hubungan intim, juga bukan berarti tidak adanya pelumasan menandakan dia tidak bergairah seksual. Beberapa wanita menghasilkan sedikit cairan lembab dan memerlukan penggunaan pelumas berbahan dasar air, seperti Jelly K-Y. (Penggunaan pelumas dengan bahan dasar petroleum bisa mengakibatkan infeksi vagina).

Sementara hal itu sangat normal atau bersifat sementara, jika anda mengalami masalah dengan kekeringan vagina selama hubungan intim, periksalah ke dokter anda. Wanita yang lainnya menghasilkan begitu banyak cairan lembab sehingga mereka membasahi semuanya, yang mana dapat memalukan pada saat itu terjadi di tempat umum. Hal ini juga normal, dan ini hanya merupakan akibat dari berbagai variasi dalam tubuh wanita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: