[Anatomi VAGINA-4] Menemukan Pernik KLITORIS

Gadis Tidak Diharapkan Memiliki Salah Satunya !
Ini mungkin mengejutkan banyak orang untuk mengetahui bahwa beberapa perempuan normal dan secara genetik sehat memiliki penis. atau setidaknya klitoris yang menyerupai penis. Sebenarnyam setiap perempuan memiliki penis; kita hanya lebih suka menyebut penis mereka sebagai klitoris. Sementara yang lainnya menolak analogi ini, ini sangat tepat dari perspektif seksual dan biologis. Penis dan klitoris terbuat dari jaringan yang sama dan fungsi yang sama karena terbentuk dari struktur janin yang sama.

Pada laki-laki, penis biasanya terjadi karena peningkatan kadar androgen salah satu jenis testosteron, pada janin. Ini mengakibatkan laki-laki memiliki penis yang lebih kelihatan, tetapi tidak harus yang lebih besar. Dalam sebagian waktu mereka dalam janin, setiap perempuan juga memiliki klitoris yang sangat besar, sebanding dengan tubuh mereka lainnya, karena urutan dimana setiap hal berkembang. Pada akhirnya, memiliki penis bukanlah berarti suatu perlakuan khusus bagi laki-laki dewasa dan anak laki-laki, disamping apa yang mungkin didiktekan oleh masyarakat.

Sebagai akibat dari genetik atau adanya peningkatan kadar androgen dalam janin, bebrapa janin perempuan dilahirkan dengan klitoris yang menyerupai sebuah “penis,” kadang membuat cemas atau malu orangtuanya ; belum lagi masalah kesehatan tersebut. Sangatlah penting untuk mengingat bahwa dia tetaplah normal dan merupakan “gadis” yang sehat. Dia tidak cacat atau tidak sempurna. Daripada menyakinkan orangtua dari gadis bahwa dia sangatlah normalm dokter malah biasanya memotong klitoris si gadis atau mengoperasinya untuk mengurangi ukurannya, dengan alasan memperbaiki kesalahan secara alami.

Ini dharapkan membuat hasil dalam pertumbuhan gadis normal dan menjadi wanita dewasa yang sehat, seorang yang tidak akan mempertanyakan masalah jenis kelaminnya. Sebenarnya, walaupun klitoris besarnya sudah dihilangkan, dia mungkin masih mempertanyakan masalah jenis kelaminnya, karena jenis kelamin merupakan masalah hormon dan cetakan genetik.

Jika dia sebenarnya adalah seorang laki-laki,  pemotongan pada “penis” tidak akan mengubah jenis kelaminnya. Penampilan fisik seseorang tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin atau orientasi seksual mereka yang sebenarnya, karena laki-laki dan perempuan secara fisik merupakan versi yang berbeda dari hal yang sama. Orangtua seharusnya tidak menyetujui operasi pengubahan bentuk atau pemeriksaan terhadap kelamin anak-anak mereka, ataupun masalah seks. Jika tidak ada masalah kesehatan, berarti tidak ada masalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: