Untuk PEROKOK: Selamat Datang IMPOTENSI

Merokok setelah seks mungkin kebiasaan romantis yang dipelihara dengan baik (paling tidak di film-film), namun pada kenyataannya merokok pasca persetubuhan sangat jauh dari kesan romantis.

Merokok dapat membahayakan sistem reproduksi laki-laki dan wanita. Wanita yang merokok selama kehamilan mengalami kemungkinan yang lebih besar untuk melahirkan bayi sebelum waktunya. Dan pada laki-laki, merokok terbukti sangat mengurangi jumlah dan daya hidup sel-sel sperma. Dalam suatu penelitian, para peneliti menemukan bahwa contoh-contoh air mani dari para perokok cenderung memiliki tingkat berat jenis normal sperma yang lebih rendah (40 juta per mililiter) dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Dan wanita yang mencoba menghndari kehamilan dengan meminum pil K.B. akan mengalami resiko komplikasi yang lebih besar jika mereka merokok. Komplikasi-komplikasi yang paling serius yang berkaitan dengan kontrasepsi-kontrasepsi oral adalah masalah-masalah peredaran darah seperti serangan jantung, stroke dan tromboembolitis (penyumbatan pembuluh darah oleh suatu gumpalan) dan resiko dari hal-hal ini dapat meningkat jika dibarengi dengan kebiasaan merokok terutama pada para wanita berusia di atas 35 tahun.

MEROKOK DAN IMPOTENSI
Terdapat pula bukti yang menunjukkan bahwa merokok mungkin mengganggu kemampuan seorang laki-laki untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Sebuah tim para ahli urologi di Queen’s University di Kigston, Ontario, memeriksa 178 laki-laki impoten dan menemukan bahwa 80% dari mereka adalah perokok atau mantan perokok — suatu prosentase yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat ditemukan pada kalangan umum. Merokok dalam jumlah besar (25 rokok atau lebih dalam sehari) adalah dua kali lebih lazim terjadi pada laki-laki tersebut dibandingkan dengan penduduk pada umumnya.
Pengukuran terhadap tekanan darah penis mereka (aliran darah ke penis) juga membuktikan karena aliran darah yang baik sangat penting dalam menghasilkan ereksi yang kuat.

Dua puluh persen laki-laki impoten yang pernah menjadi perokok mengalami tekanan darah penis yang sangat rendah, dibanding dengan hanya 9% laki-laki impoten yang bukan perokok. Ini menunjukkan, demikian kata para peneliti, bahwa “merokok mungkin suatu faktor resiko utama yang menyebabkan impotensi.”

Bukti tersebut tidak seluruhnya pasti, namun sangat menggoda. Diketahui bahwa salah satu penyebab yang paling umum masalah-masalah ereksi adalah kurangn ya aliran darah. Kembali ke tahun 1979, sebuah laporan yang dikeluarkan oleh U.S. Surgeon General mengenai merokok dan kesehatan menyimpulkan bahwa merokok adalah salah satu penyebab paling utama penyakit peripheral vascular yaitu kerusakan pada arteri-arteri kecil seperti arteri-arteri kecil yang memasok penis. Nampaknya masuk akal untuk menyimpulkan bahwa jika masalahnya menyangkut seks — terutama pada laki-laki berumur yang telah cenderung mengalami masalah-masalah vascular — mero kok tidak punya arti lain kecuali suatu masalah.

KANKER SEKSUAL
Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan resiko kanker leher rahim dan kanker penis pada laki-laki. Para peneliti Swedia membandingkan 247 laki-laki Swedia yang menderita kanker penis dengan sekelompok laki-laki yang sama yang tidak menderita kanker. Laki-laki yang menderita kanker, demikian temuan mereka, kebanyakan adalah para perokok daripada laki-laki yang sehat. Mereka juga menemukan “suatu hubungan jumlah pemakaian dengan reaksi yang terjadi “antara merokok dengan kanker penis — yang berarti bahwa laki-laki yang merokok lebih dari 10 batang rokok dalam sehari mempunyai “resiko yang jauh lebih tinggi” daripada laki-laki yang merokok kurang dari jumlah tersebut.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa pada wanita yang merokok, konsentrasi nikotin dan produk-produk sekunder tembakau lainnya telah ditemukan di leher rahim (suatu teori berpendapat bahwa zat-zat dalam asap rokok tidak hanya menyebabkan kanker-kanker di bagian-bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan asap, seperti paru-paru, atau pangkal tenggorokan, namun juga menjalar ke tempat-tempat yang jauh dari tempat luka yang sebenarnya, melalui sistem aliran darah. Pada laki-laki yang tidak dikhitan, produk- produk sekunder tembakau mengumpul di smegma — yaitu sekresi-sekresi yang sangat kental yang terbentuk di bawah kulit luar penis. Hal ini benar-benar terjadi pada laki-laki yang mengalami suatu keadaan yang disebut fimosis — yaitu kulit luar yang melekat erat yang menyebabkan tidak dapat ditarik mundur dari kepala penis. Fimosis, yang diketahui sebagai faktor resiko bagi kanker penis, merangsang smegma untuk mengumpul di awah kulit, dan jika merokok membuat sekresi-sekresi tersebut beracunn, Anda dapat masa lah dua kali lipat.

Penemuan-penemuan itu tampaknya memberikan paling sedikit satu argumentasi yang masuk akal tentang dilakukannya khitanan. Jika Anda seorang laki-laki dewasa, tentu saja, operasi penis adalah sesuatu yang agak drastis. Namun tidak ada kata terlambat untuk menghentikan rokok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: