TESTIS Anda, RANGSANGAN Anda

Mengapa Tuhan meletakkan pada testis (buah zakar) kelenjar-kelenjar yang amat lunak yang berbentuk seperti permen gelatin yang besar, di mana seluruh umat manusia tergantung padanya — di luar tubuh? Testis tergantung disana, di kantung daging yang dapat berayun yang disebut skrotum yang sewaktu-waktu dapat terantuk (dan mungkin tidak ada seorang laki-lakipun yang pernah luput dari pengalaman rasa sakit yang luar biasa dari kejadian tersebut, paling tidak sekali).

Yah, pada dasarnya, testis tidak dapat memproduksi sperma di temperatur inti tubuh. Testis harus tetap pada keadaan cukup dingin yaitu pada suhu yang konstan 94 derajat Fahrenheit (35 derajat celcius) supaya dapat berproduksi secara optimal. Itulah alasannya mengapa testis ini tergantung beberapa inci di luar tubuh — dan mengapa otot-otot kremaster menurunkan ketinggian testis tersebut untuk mendinginkannya ketika suhu di luar panas dan menariknya ke atas ketika testis ini kedinginan.

PERANAN TESTIS DALAM RANGSANGAN SEKSUAL
Sebagian besar orang tahu bahwa testis seorang laki-laki memiliki fungsi-fungsi dasar: menghasilkan sperma (supaya dapat menghamili seorang wanita) dan untuk menghasilkan testosteron (hormon laki-laki untuk membangkitkan gairah untuk menghamili wanita). Namun jarang diakui bahwa testis juga mempunyai peran dalam terjadinya rangsangan seksual.

Pada tahun 1960-an, selama penelitian-penelitian mereka terhadap aktivitas seksual manusia dalam kehidupan nyata, tim penelitian William Masters, M.D., dan Virginia Johnson, dari Masters and Johnson Institute di St. Louis, membuat penelitian yang agak luar biasa yaitu bahwa testis terangkat secara dramatis sesaat sebelum ejakulasi. Ketika gairah seksual meningkat, demikian temuan mereka, otot-otot cremaster berputar-putar di testis dengan sangat kencang, sehingga sesaat sebelum orgasme, testis tersebut sebenarnya melakukan kontak langsung dengan tubuh. (Pada 85% laki-laki, demikian mereka menambahkan, testis sebelah kiri berjuntai sedikit lebih rendah daripada yang kanan dan selama terjadinya rangsangan yang sebelah kanan terangkat terlebih dulu disusul oleh yang kiri).

Penemuan ini merupakan hal yang sangat penting dalam fisiologi, demikian Masters dan Johnson melaporkan, karena jika testis tidak mengalami paling tidak sebagian pengangkatan selama terjadinya rangsangan, seorang laki-laki tidak akan berejakulasi secara penuh. Beberapa laki-laki, terutama yang berusia di atas 50 tahun, berejakulasi ketika testis mereka hanya terangkat sebagian. Namun jika hal tersebut terjadi terdapat suatu “penurunan yang jelas pada tekanan ejakulasi.” Dengan beberapa perkecualian, laki-laki yang lebih muda, benar-benar tidak dapat berejakulasi secara penuh hingga pengangkatan testis tersebut terjadi.

Hal lain yang agak aneh terjadi pada testis selama terjadinya rangsangan: testis bertambah besar. Diketahui dengan baik bahwa vasokongesi (terbendungnya darah untuk sementara waktu) adalah salah satu sifat-sifat dasar dari rangsangan seksual. Ini menyebabkan ereksi, “wajah yang memerah pada saat berhubungan seksual,” dan pembengkakan pada puting susu, vulva dan daun telinga. Itu juga menyebabkan kulit skrotum membengkak dan menebal selama terjadinya rangsangan dan testis membengkak.

Biasanya, demikian Masters dan Johnson melaporkan, testis seorang laki-laki membengkak kurang lebih sebesar 50% pada puncak rangsangan, dan jika gairah seksual berlangsung cukup lama, testis membengkak mungkin hampir dua kali lipat besarnya. Namun efek samping seksual yang tidak begitu diketahui dan mengagumkan tersebut cenderung menurun ketika seorang laki-laki bertambah tua. Laki-laki yang berusia di atas 50 tahun pada saat terjadinya rangsangan, sering terjadi pembengkakan sedikit, jika memang ada, pada ukuran buah zakarnya, demikian temuan penelitian mereka.

SEKILAS TENTANG ANATOMI TESTIS

Testis sedikit mirip seorang astronot yang berjalan di angkasa dengan bebas pada ujung sebuah tali pengikat yang disebut tali sperma yaitu sekelompok pembuluh darah, syaraf, dan saluran yang menghubungkannya dengan bagian tubuh lainnya. Tentu saja, testis tidak benar-benar mengambang di udara, melainkan di dalam sebuah kantung yang mengandung pelumas dan berisi cairan yang disebut skrotum.

Testis itu sendiri dibagi menjadi kurang lebih 250 ruangan kecil dimana masing-masing ruangan berisi pembuluh-pembuluh darah seminiferous yang amat rumit yaitu saluran-saluran kecil yang merupakan tempat produksi sperma. Begitu sel-sel sperma matang, sel-sel berekor yang gelisah, yang sarat dengan instruksi-instruksi genetik mereka, memasuki vesica seminularis dan epididimis, yaitu sebuah gumpalan kecil dari saluran-saluran yang melingkar yang dapat dirasakan pada bagian belakang dari setiap testis. Sperma berada di sana hingga diejakulasikan melalui vas deferens — sebuah saluran menuju penis dengan melalui tali sperma — pada saat terjadinya orgasme. (Vas defrenslah yang dipotong pada operasi vasektomi yaitu operasi sterilisasi laki-laki).

Di bagian lain didalam testis, sel-sel Leydig sibuk memproduksi testosteron, yang (selain menyalakan libido) juga mengatur perkembangan ciri-ciri seksual sekunder pada saat pubertas, seperti tumbuhnya jenggot, bertambah besarnya oto dan suara yang lebih berat. Yang cukup menarik, satu testis memiliki kapasitas untuk memproduksi semua testosrteron yang dibutuhkan seorang laki-laki untuk membakar libidonya dan menumbuhkan tubuh seorang laki-laki, walaupun pada kondisi-kondisi yang normal, kedua testis secara aktif memproduksi hormon ini. Testis yang lain sebenarnya hanya “cadangan,” demikian menurut Richard E. Bergen, M.D., profesor urologi di University of Washington, dan juga mitra pengarang BioPotency: A Guide to Sexual Success.

Sebenarnya, demikian Dr. Berger menerangkan, alat-alat penghasil testosteron testis sangat berbeda dari alat-alat penghasil spermanya testis dan jauh lebih tahan terhadap kerusakan. Itulah sebabnya mengapa sebagian besar laki-laki yang mandul memiliki dorongan seksual yang sangat sehat dan tidak mendapat masalah dalam bereksi. Namun hal tersebut tidak berarti bahwa tidak pernah ada masalah. Sebagai contoh, infeksi-infeksi epididimis (yang disebut epididimitis) sangat sering terjadi dan menyakitkan. Sering infeksi-infeksi tersebut terjadi ketika bakteri-bakteri mengumpul di saluran kencing dan menyerang saluran-saluran rumit yang gelap itu.

Namun walaupun terdapat katup-katup kecil yang memungkinkan sperma yang dibuat di dalam testis untuk dapat lewat dengan bebas naik ke epididimis, katup tersebut juga dirancang untuk mencegah bakteri-bakteri supaya jangan turun ke dalam testis, yang mana bakteri-bakteri tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada alat-alat penghsil testosteron. Bukan hal yang asing bagi seorang laki-laki untuk mengalami infeksi epididimis yang parah, lengkap dengan rasa sakit dan pembengkakan, selagi testis itu sendiri tidak terpengaruh sama sekali.

BEBERAPA KEMUNGKINAN MASALAH

Kadang-kadang bayi laki-laki dilahirkan dengan suatu keadaan yang disebut kriptorsidisme atau testis yang tidak turun. Kantung-kantung zakar mereka yang kecil kosong, seolah-olah kantung-kantung yang baru diambil isinya. Hal tersebut karena biasanya, selama perkembangan embrio, testis mulai tumbuh dekat ginjal, dan pada akhir kehamilan, testis terebut pelan-pelan turun melalui dinding perut ke dalam skrotum yang telah siap. Namun kadang-kadang, testis terhambat pada saat turun.

Cukup mudah untuk mengatasi masalah ini dengan operasi yang sederhana, namun sangat penting dilakukan karena jika tidak, testis akan tidak bisa subur (sebagian alasan karena testis tersebut berada pada temperatur yang terlalu panas). Testis yang tidak turun tersebut juga 40 hingga 50 kali lebih cenderung menjadi kanker dibandingkan dengan testis yang normal, demikian menurut para ahli urologi dan ahli bedah mikro, Sherman J. Silber, M.D., juga pengarang The Male.

Terdapat suatu prosentase yang sangat tinggi dari laki-laki yang dilahirkan dengan suatu keadaan yang disebut sindrom Klinefer (kira-kira 1 banding 400 hingga 700), dimana testis tersebut terlalu kecil sehingga tidak menghasilkan testosteron yang cukup dan sering tidak menghasilkan sperma sama sekali. Masalahnya adalah: Mereka tidak lahir dengan pola kromosom-kromosom XY (seperti seorang laki-laki normal lainnya) atau pola XX (seperti seorang wanita), namun mereka dilahirkan dengan pola XXY. Pada laki-laki yang demikian, sering dirawat dengan injeksi-injeksi testosteron untuk memulihkan dorongan seksual mereka agar kembali normal.

Sekalipun letaknya tidak terlindung, namun sangat mengherankan betapa jarangnya testis terluka serius, demikian Dr. Silber mencatat. Namun, kadang-kadang, suatu pukulan keras pada selangkangan, dapat menyebabkan tali sperma melilit atau terputar. Jika proses ini sering terjadi, maka aliran darah arteri terus-menerus mengalir ke dalam di bawah tekanan, namun aliran darah yang keluar terhambat, sehingga testis menjadi sangat bengkak.

Jika tidak diambil tindakan dalam empat hingga delapan jam, demikian Dr. Silber memperingatkan, testis akan mati “secara perlahan dan menyakitkan.” Dalam beberapa hari testis ini akan membesar setara buah jeruk, lalu setelah periode tiga bulan, ia akan mengecil sebesar kacang polong — bagai sebuah bara yang padam. Testis yang bengkak, berdarah atau lecet, harus diperiksa oleh seorang ahli urologi atau dokter lain dengan segera, demikian dia memperingatkan.

KANKER TESTIS
Masalah lain yang mungkin terjadi pada testis adalah kanker testis. Kanker testis sebenarnya sangat jarang, namun diantara laki-laki berusia 20 hingga 40 tahun, penyakit tersebut adalah jenis yang paling umum, demikian menurut Neil H. Bawn, M.D., profesor klinis urologi di Tulane Medical School di New Orleans. Kabar baiknya adalah jika penyakit ini berhasil dideteksi sejak awal, ia merupakan salah satu jenis kanker yang paling mudah diobati.

Sebagai pertahanan awal, banyak ahli urologi yang menyarankan bahwa laki-laki harus belajar melakukan pemeriksaan sendiri testisnya dan melakukannya secara teratur (idealnya satu kali dalam satu bulan). Prosedur tersebut akan berhasil dengan baik jika Anda melakukannya setelah Anda baru mandi, ketika kulit kantung testis sedang halus dan lembut.

Gulingkan setiap testis dengan pelan diantara ibu jari dan jari-jari dari kedua tangan (menggunakan kedua tangan pada setiap testis dan menggulingkan testis tersebut secara bergantian). Jika testis tersebut terasa lunak dan seperti sepon, sedikit mirip telur rebus kupas yang keras, begitu seharusnya rasa testis yang sehat).

Namun jika Anda mendeteksi sebuah benjolan (biasanya sebesar kacang polong) sebuah bagian yang keras atau segala ketidaknormalan lain di depan atau di samping testis, periksakan diri Anda ke dokter. (Ingat bahwa di bagian belakang testis itu, Anda akan merasakan pembengkakan epididimis yang lunak dan tidak seperti biasanya). Sebuah benjolan mungkin bukan apa-apa — namun jika itu kanker, semakin cepat Anda dirawat semakin besar pula kemungkinan Anda panjang umur serta memiliki kehidupan yang bergairah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: