Istilah SEKS Yang ‘BAHAYA’

Berikut ini adalah definisi-definisi singkat mengenai beberapa istilah seks yang amat berguna, namun seringkali disalahartikan.

Bestiality.
Perilaku seks dengan binatang. Praktek ini tidak seumum yang Anda kira — almarhum Dr. Alfred Kinsey menemukan bahwa kurang lebih 8% laki-laki yang diteliti pernah melakukan kontak seksual dengan binatang, walaupun biasanya hanya sekali atau dua kali di sepanjang hidup mereka.

Exhibitiosm.
Perilaku seksual di mana seseorang (biasanya laki-laki) merasa terangsang setelah memperlihatkan genitalnya kepada orang-orang asing. Wujud kekagetan, ketakutan dan paniklah yang sebenarnya membuatnya terangsang, demikian menurut seorang ahli seks yang terkenal, John Money, Ph.D., profesor psikologi medis and pediatri pada John Hopkins University and Hospital di Baltimore. Jika Anda tidak menunjukkan rasa kaget atas tindakan orang yang menunjukkan genital-genitalnya, Anda paling tidak akan menghalangi niat orang tersebut untuk mendapatkan kenikmatan seksual yang dia dapatkan dari tindakannya itu. Orang-orang yang senang memamerkan genital-genital mereka tersebut tidak selalu berbahaya dan biasanya tidak mengarah kepada tindakan yang lebih drastis, seperti perkosaan.

Fetishism.
Benda-benda fetis adalah sebuah obyek benda tidak bernyawa yang memiliki kekuatan supranatural atau sihir. Benda fetis seksual adalah sebuah obyek yang memiliki kekuatan seksual. Benda-benda fetis seksual dapat berupa obyek-obyek atau bagian-bagian tubuh, seperti celana dalam, B.H., rambut, payudara, kaki atau bahkan gambar-gambar kaki.

Obyek-obyek tersebut mungkin dapat memberikan sensasi-sensasi yang dapat diraba (kulit, lateks, bulu binatang), atau mengeluarkan bau-bauan (pakaian dalam yang kotor) yang dapat merangsang orang yang keranjingan ini. (Seorang fetisis adalah seseorang yang menjadi terangsang oleh sebuah fetis). Beberapa fetisis hanya melakukan hubungan seksual dengan obyek-obyek fetis dan mungkin sebenarnya mendapat kenikmatan yang lebih besar daripada persetubuhan. Bagi orang-orang lain, fetis hanya suatu pelengkap pada permainan cinta dengan orang lain. Para ahli seks memberikan teori bahwa karena orang-orang tersebut merasa sangat takut atau merasa jijik dengan perasaan-perasaan mereka sendiri terhadap nafsu yang “penuh dosa” dan “jahat,” para fetisis mengalihkan perasaan-perasaan seksual mereka kepada obyek-obyek tersebut. Fetis (benda yang dipuja) itu sendiri menjadi benda penuh dosa karena menimbulkan rangsangan dan sebagai pengganti seorang kekasih, demikian menurut Dr. Money. Fetisisme diduga jauh lebih sering terjadi pada laki-laki dari pada pada wanita karena mungkin laki-laki tampaknya lebih mudah terangsang oleh penglihatan-penglihatan dan bau-bauan wanita.

Anilingus.
Istilah ini berhubungan dengan oral seks di seputar anus. Namun tetap harus Anda ingat anilingus sangat beresiko, karena berhubungan seks melalui anus sangat rentan terhadap bakteri dan mudah menyebarkan infeksi.

Barebacking.
Barebacking melibatkan sexual penetration tanpa menggunakan alat pengaman (kondom). Istilah ini biasanya berhubungan dengan hubungan seks anal dan vaginal seks.

BDSM
BDSM adalah akronim dari Bondage and Discipline, Sadism and Masochism. Istilah ini berkaitan dengan penggabungan praktek seksual yang melibatkan rasa sakit dan unsur-unsur kekerasan saat berhubungan seks, melukai pasangan atau diri sendiri untuk mencapai kepuasan saat berhubungan seks.

Bukkake.
Bukkake berhubungan dengan facial, istilah ini berkait dengan ejakulasi pada wajah wanita. Bukkake merupakan tindakan dimana pria berejakulasi di wajah pasangannya, aksi seperti ini banyak kita jumpai di film-film blue produksi Jepang.

Dental dam.
Istilah ini biasanya sering kita jumpai pada oral seks wanita, sebuah dental dam biasanya terbuat dari sheer latex dan digunakan sebagai sebuah pelindung seks cunnilingus. Cunnilingus ialah memberikan perangsangan pada alat kelamin wanita dengan menggunakan lidah pada Miss. V.

Dirty Sanchez.
Istilah yang merujuk pada praktek seks yang jarang sekali bisa membuat seseorang berselera untuk melakukannya.
1. berhubungan seks dimana seorang wanita mengoral organ seks pasangannya setelah terlebih dahulu melakukan anal seks.
2. Melap Mr. P atau tangan Anda dengan ‘miliiknya’ setelah sebelumnya dimasukkan di anusnya. Seperti halnya anilingus, Dirty Sanchez beresiko tinggi dan dengan mudah menyebarkan infeksi karena bakteri yang terdapat di anus.

Edgeplay.
Edgeplay, sesuatu yang diasumsikan sebagi sebuah perilaku seksual yang berbahaya dan beresiko.

Felching.
Felching yaitu ejakulasi secara tiba-tiba ke anus wanita dan menghisap dan menjilat air mani yang keluar.

Frottage.
Sebuah istilah yang mewakili perilaku seksual yang lebih halus dibanding perilaku seksual sebelumnya. Frottage merujuk pada sebuah gerakan saling menggosok untuk meraih kenimatan seksual tanpa sekalipun melakukan penetrasi. Frottage juga disebut dry humping.
Pearl necklace Istilah yang diberikan saat seorang pria berejakulasi disekitar atau didekat leher wanita dan membentuknya menyerupai kalung mutiara pearl necklace.

Pudendum (pudenda).
Istilah yang digunakan untuk menyebut organ genital luar wanita: vulva

Queef.
Queef berhubungan dengan kentut pada vagina. Kadang, saat Mr. P menjelajah keluar masuk Ms V secara berkala, udara akan terjebak dalam dinding Ms. V yang memicu udara keluar, bisanya dikenal dengan kentut. Tak seperti model anal seks, Queef tak menyebabkan bau, dan tidak terlalu beresiko menyebarkan bakteri.

Shrimping.

Tak semua orang menyukai atau menyertakan gaya bercinta model ini, shrimping. merujuk pada tindakan menghisap dan menjilat jari-jari kaki pasangan sebelum atau sesudah berhubungan seks. Memang tak semua pasangan menyukai hal ini, namun wanita menyukai kaki mereka disentuh, dipijat, bahkan dihisap ataupun dijilat. Beranggapan bahwa kaki mereka benar-benar bersih, para wanita mengaku jika mereka menyukai pasangan mereka lebih memperhatikan telapak kaki, tumit maupun jari-jari kaki mereka, menggelitiknya dan membuatnya kegirangan, karena rasa sensitif pada jari-jari dan telapak kaki.

Smegma.
Substansi yang menyerupai dadih berwarna putih yang keluar melalui kelenjar sebaceous pada Mr. P yang terkumpul dibawah kulup zakar penis pria yang tak sunat. Sedikit sekali jumlah dari susbtasi tersebut yang berguna untuk penis, biasanya substansi ini terdapat pada Mr. P yang jarang dibersihkan.

Snowballing.
Seringkali seks oral disebut sebagai bagian proses foreplay. Di mana melibatkan alat kelamin dan mulut. Seks oral bagi wanita disebut dengan cunnilingus. Cunnilingus ialah memberikan perangsangan pada alat kelamin wanita dengan menggunakan lidah pada Ms. V. Sementara seks oral bagi pria disebut dengan fellatio. Fellatio adalah memberikan perangsangan pad Mr.P dengan cara diisap, dijilat dan dicium.

Snowballing,
sebuah istilah di mana wanita melakukan fellatio pada pria dan dia berejakulasi, wanita akan menjaga cairan yang keluar saat ejakulasi dalam mulutnya dan mulai menciumnya. Saat berciuman, cairan akan saling berpindah dari mulut wanita ke pria, sampai salah satu menelan cairan tersebut.

Froutteirism.
Suatu perilaku seksual di mana seseorang mendapatkan kenikmatan seksual dan bahkan mencapai orgasme dari gesekan dengan orang-orang asing di kerumunan masa.

Hermaphroditism.
Memiliki sifat-sifat dari kedua jenis kelamin (dari Hermes dan Aphrodite, dewa dan dewi cinta). Manusia-manusia hermafrodit menderita cacat lahir yang disebut intraseksualitas, di mana sistem-sistem reproduksi dan/atau kromosom-kromosom mereka tidak benar-benar laki-laki atau wanita. Sebagai contoh, seorang hermafrodit tulen (sangat jarang) mungkin memiliki tuba falopi seorang wanita dan juga vas deferens seorang laki-laki. seorang pseudohermafrodit (lebih umum) memiliki kromosom-kromosom dan sistem reproduksi bagian dalam dari seorang wanita namun genital-genitalnya laki atau sebaliknya.

Hermafrodit bukan hal yang asing di antara binatang-binatang sejenis tiram, siput dan cacing, yang berfungsi sebagai jantan dan betina selama reproduksi (hermafrodit serentak) dan ikan-ikan hermafrodit pada kenyataannya berubah dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya selama hidup mereka (hermafrodit berurutan).

Incubus.
Suatu roh jahat yang ada dalam mitos, yang berubah bentuk menjadi seorang laki-laki dan melakukan persetubuhan dengan seseorang, biasanya seorang wanita, dimalam hari, di tempat tidur.

Nymphonia.

Gairah seksual yang tidak ada batasnya dari seorang wanita yang dewasa ini disebut sebagai kecanduan seksual. Biasanya, wanita-wanita yang demikian mempunyai suatu dorongan untuk menggoda serangkaian pasangan-pasangan seks sementara selama semalaman penuh, kemudian menolak mereka, karena daya tarik dari sesuatu yang baru dan keberhasilannya dalam menaklukkan adalah satu-satunya hal yang dapat membuat mereka dapat mencapai orgasme — walaupun kemudian orgasme tersebut tidak begitu memuaskan.

Paraphilia.

Suatu istilah umum untuk tingkah laku seksual diluar kebiasaan yang dianggap normal (yang biasanya disebut “penyimpangan seksual”). Pada kenyataannya, parafilia adalah suatu cara untuk memisahkan diri sendiri dari “kejahatan seksualitas” — seperti mengalihkannya ke obyek-obyek benda mati (fetisisme) atau merasa harus dihukum karena merasa bernafsu (sadomasosisme). Hal pokok mengenai parafilia adalah bahwa harus tercipta keadaan seperti itu, supaya seseorang dapat menjadi terangsang secara seksual.

Sadomaochism.
Suatu perilaku seksual di mana kenikmatan seksual didapatkan setelah melakukan tindakan yang menimbulkan kesakitan atau penghinaan (sadisme) atau diterimanya perlakuannya yang menyakitkan atau menghina (masosisme). Pasangan mungkin selalu melalukan peran yang sama atau mungkin peran yang berlawanan. Lebih banyak laki-laki daripada wanita yang diduga menikmati praktek-praktek tersebut.

Satryasis.
Adalah nimfamania versi laki-laki, yang kadang-kadang juga disebut Don Juanisme atau kecanduan seksual. Diambil dari kata satya yaitu pelayan-pelayan Bacchus dalam mitos, yang berbentuk separuh kambing dan separuh laki-laki, dan yang terkenal dengan keriangan dan kecabulan mereka.

Sodomi.

Istilah ini biasanya berkenaan dengan persetubuhan anus. Namun istilah tersebut juga berkenaan dengan kontak mulut genital atau seks dengan binatang.

Istilah ini kadang-kadang juga digunakan secara lunak (tersamar) untuk mengatakan perilaku seksual yang “tidak normal.”

Succubus.
Roh jahat dalam mitos yang berubah bentuk menjadi seorang wanita dan melakukan persetubuhan dengan seseorang, biasanya laki-laki, di malam hari di tempat tidur.

Transsexualism.
Para transseksual adalah mereka yang citra diri seksualnya atau identitas kelaminnya tidak sesuai dengan bentuk seks fisik mereka. Mereka mungkin menjalani operasi perubahan kelamin dan perawatan hormon untuk menjadi (yang secara medis semirip mungkin) diri mereka “yang sebenarnya” yaitu seseorang dengan jenis kelamin lain. Para transseksual tidak menganggap diri mereka sebagai homoseksual, namun sebagai heteroseksual yang sejak lahir terperangkap di tubuh yang salah “Ketidakpuasan dengan jenis kelaminnya sendiri kadang-kadang juga disebut gender disforia.”

Transvestitism.
Suatu perilaku seksual (yang juga disebut cross-dressing), di mana seseorang menjadi terangssang secara seksual ketika memakai baju-baju, terutama pakaian dalam dari lawan jenisnya. Penelitian-penelitian telah membuktikan bahwa pelaku transvestitisme adalah selalu laki-laki dan biasanya laki-laki dan biasanya adalah heteroseksual. Yaitu, meskipun mereka berdandan seperti wanita, mereka masih menganggap diri mereka sebagai laki-laki dan tertarik pada wanita. Mereka tidak ingin menjadi wanita (tidak seperti seorang transseksual yang ingin menjadi seorang wanita); mereka hanya terangsang dengan tindakan memakai baju-baju wanita.

Voyeurism.
Suatu perilaku seksual di mana seseorang mendapatkan rangsangan dari resiko ketahuan sewaktu memperhatikan dengan diam-diam seorang asing yang sedang melepas baju atau sedang berhubungan seksual. Para pengintip ini jarang yang menjadi pemerkosa; mereka mengintip, dan kemudian mereka “memutar kembali” film-film batin yang amat rahasia itu pada saat berhubungan seksual, baik sendirian (masturbasi) atau dengan pasangannya.

Zoophilia.

Ini merupakan perilaku seks dengan binatang (sama dengan Bestiality).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: