Archive for the KonsultasiSEKS-Dr.Chintya Category

Dokter Chintya, Saya Sering MASTURBASI. Bahaya nggak ya?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 30 Maret 2009 by konsultasiseks

Apakah sering masturbasi dapat menyebabkan disfungsi ereksi? Saya masturbasi setidaknya sekali atau dua kali dalam sehari. Biasanya, saya dapat bertahan melakukannya selama 3-5 menit. Kini, saya berejakulasi hanya dalam 20 detik. Saya takut itu akan mempengaruhi kehidupan seks saya di masa depan. Haruskah saya berhenti bermasturbasi?

Banyak penyebab terjadinya disfungsi ereksi, termasuk masalah pikiran, sistem sirkulasi dan sistem saraf. Kalau Anda dalam kondisi fit dan sehat, masturbasi 1-2 kali sehari tidak memberi pengaruh buruk, bahkan itu merupakan penyaluran stres yang baik.

Dok, Kok VAGINA Saya Kering Ya?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 30 Maret 2009 by konsultasiseks

Vagina saya sangat kering dan kadang menyebabkan lecet pada penis suami saya.  Apa yang harus saya lakukan dokter Chintya?

Tergantung dari penyebab kekeringan tersebut. Vagina kering dapat merupakan gejala datangnya menopause jika kamu berumur 40-an hingga 50-an. Juga terdapat kemungkinan menopause dini jika Anda berusia lebih muda dari itu. Kekeringan vagina juga dapat disebabkan kurangnya rangsangan atau stimulan sebelum melakukan hubungan, jadi sebaiknya lakukan ‘foreplay’ sebelum memulai seks. Banyak kasus kekeringan disebabkan oleh hormon dan kurangnya lubrikasi, bila itu adalah penyebabnya, maka ini bukanlah masalah yang sulit. Periksakan ke dokter kondisi kulit penis suami Anda. Jangan diabaikan karena bisa menimbulkan rasa sakit, bernanah atau luka.

Penis Keluar Cairan, Berbahayakah?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 30 Maret 2009 by konsultasiseks

Dokter Chintya, sewaktu ereksi tanpa distimulasi, penis saya mengeluarkan cairan bening yang lengket.  Cairan apa itu,  apakah ini normal, dok?

Cairan lengket dan bening transparan tersebut adalah air mani kamu yang belum tentu mengandung sperma. Cairan itu merupakan medium yang menyalurkan nutrisi ke sperma dan menjadi tempat sperma berenang. Normal bagi pria jika air mani atau bahkan spermanya keluar di ujung penis meski tidak dirangsang. Jika cairan yang keluar berbau tak enak atau berwarna kuning, maka mungkin ada hubungannya dengan penyakit menular seksual.

Tangan Kotor Pegang VAGINA, Bisa Tertular Penyakit?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 30 Maret 2009 by konsultasiseks

Dokter Chintya, jika suami saya menyentuh vagina saya tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu, apakah ada resiko tertular penyakit kelamin?

Biasanya risiko tertular cukup rendah, tapi ini juga bergantung dengan apa yang disentuh suami Anda sebelum ia menyentuh vagina anda. Sebagai contoh, jika suami mengidap penyakit seksual dan dia memiliki luka atau lecet pada penisnya, maka akan beresiko lebih besar jika ia menyentuh penisnya lalu menyentuh vagina tanpa mencuci tangan terlebih dulu. Maka, dia bisa menularkan penyakit seksual pada jika berhubungan seks.

Buah Zakar GEDE SEBELAH

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 30 Maret 2009 by konsultasiseks

Dokter Chintya, ukuran buah zakar saya tidak sama. Apakah itu normal?

Testis berada dalam skrotum yang berupa kantong dan kebanyakan laki-laki memiliki skrotum yang satu menggantung lebih tinggi dari yang lain dan itu normal saja. Biasanya ada sedikit perbedaan dari caranya menggantung pada kantung skrotum. Nah, jika Anda dapat melihat perbedaan yang cukup signifikan, segeralah pergi ke dokter untuk diperiksa. Urat dan turun berok dapat menyebabkan skrotum yan satu terlihat lebih besar dari yang lain.

Masturbasi Tiap Hari, Kok Pusing Ya?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 20 Maret 2009 by konsultasiseks

Dokter, saya ceweq usia 24 tahun, sebut saja nama nama saya intan masih kuliah di perguruan tinggi di smg, sekarang ini sedang KKN. nah saya punya kebiasan jelek yaitu masturbasi setiap malam, dan minggu-minggu ini saya kesulitan melakukan hal ini karena di tempat KKN tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas tersebut, yang ingin saya tanyakan:

1.kenapa sehabis saya melakukan masturbasi,saya merasa badan saya merasa lemas?
2.kenapa setiap kali kami melakukan hub. badan dengan pacar, saya merasakan sakit yang sangat dahsyat disekitar vagina saya?
3.kapan masa subur seorang wanita dan pria?
4.apakah alat tes/kontrasepsi seperti:sensitif,ovutes,dan kondom dijamin 100% benar hasilnya?
5.kenapa setiap kali saya habis melakukan masturbasi kepala saya terasa pusing sekali?terima kasih dokter atas jawabannya. (Intan – Semarang)

Jawab:
Thank’s Intan, mudah-mudahan jawaban ini tidak membuat kamu menunggu terlalu lama. KKn-nya belum selesai khan?Begini, masturbasi atau onani adalah suatu aktifitas, dan karena namanya aktifitas pasti membutuhkan energi. Ibaratnya olah raga, aktifitas ini juga akan menimbulkan rasa capek yang (kurang lebih) sama. Sehingga dengan demikian bisa dimengerti kalau setelah melakukan masturbasi sering timbul rasa capek, lemas dll.

Begitu juga dengan hubungan seksual yang menimbulkan keluhan di vagina,selama rasa sakit yang muncul hanya bersifat sementara saya rasa wajar saja, karena penetrasi yang kamu alami mungkin terlalu kuat sehingga timbul rasa sakit.Akan tetapi jika sebaliknya, sakit yang muncul sampai berhari-hari, bahkan menimbulkan keluhan saat buang air kecil, ini yang perlu diwaspadai.

Yang kedua, tentang alat-alat test yang kamu sebutkan tadi memang digunakan untuk mengetahui kondisi kesuburan seseorang, selain kondom yang berfungsi sebagai alat kontrasepsi (proteksi) untuk menghindari terjadinya kehamilan, ini memang tidak bisa menjamin 100 % akurat. Karena bagaimana pun banyak faktor ‘x’ yang berpengaruh. Misalnya apakah, cara penggunaaannya sudah tepat, kemudian apakah waktu pemakaiannya sudah benar dan lain-lain.Apalagi untuk mengetahui masa subur seseorang, tidak bisa hanya dengan menggunakan alat test semacam itu saja!!Katakanlah seorang wanita yang mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur, akan cukup sulit menentukan masa subur secara tepat.

Makanya kita sering menggunakan patokan, bahwa seorang wanita mulai memasuki masa subur begitu dia selesai menstruasi (hari terakhir) sampai dengan seminggu sebelum menstruasi yang akan datang.Nah, lho… susah khan???Sementara untuk seorang laki-laki relatif mudah, karena begitu dia mengalami mimpi basah, dia akan terus subur sepanjang hayatnya, asal tidak ada gangguan pada organ reproduksinya.

Nah tentang keluhan pusing saat selesai masturbasi biasanya sering dialami pada orang yang frekuensi masturbasinya tergolong ‘dahsyat’ yaitu hampir setiap hari, bukan karena aktifitasnya saja tapi bisa karena ketegangan saraf otak akibat terlalu berkonsentrasi pada kegiatan onani/masturbasi apalagi saat ini kamu sedang KKN, justru ini bisa dijadikan parameter untuk membandingkan, apakah setelah tidak masturbasi selama beberapa hari kepala masih pusing?

jadi intan, cobalah untuk lebih mengalihkan dalam kegiatan-kegiatan positif karena dengan cara inilah, kamu akan terbebas dari ‘jerat masturbasi’! Jelas?

Onani Tiap Hari, Oke Nggak Sih?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 20 Maret 2009 by konsultasiseks

Langsung saja Dok, saya seorang pelajar di SMU Swasta Favourit yang berumur 16 tahun. Seperti yang kita ketahui sekolahku memiliki banyak siswa berdaya tarik tinggi, khususnya dalam sikap, intelejensia dan penampilan. Hal ini membuat saya sering tidak dapat menahan rasa nafsu bila melihat teman wanita yang kelewat cantik. Kesemuanya ini berdampak seringnya saya melampiaskan dengan jalan onani. Hampir sehari sekali saya melakukannya.

Melalui rubrik ini saya mewakili teman-teman untuk menanyakan beberapa pertanyaan :

1.Apakah onani itu perlu?
2.Apakah akibat jangka panjang dari onani yang berlebihan?
3.Mengapa setiap kali onani “Mr P”-ku sering terasa perih?
4.Apa ada cara onani yang aman?
5.Wajarkah bila saya dan teman-teman melakukan hal ini?

Terima kasih atas jawabannya.
Albert, Semarang

jawaban:

Thanks Albert, sepertinya saya membayangkan kalau Albert dan teman-teman termasuk golongan remaja yang punya prinsip ‘bayangan hidup’ sampai tahap ‘pandangan hidup’. Baru membayangkan saja sudah ‘hidup’ alias ereksi, apalagi kalau sudah memandang sesuatu yang merangsang. Itulah yang sering saya katakan remaja yang sedang mengejolak, dalam usia demikian memang produksi hormon-hormon seksualnya sedang amat sangat pesatnya sehingga gampang terangsang. Secara medis saya selalu menyampaikan kalau masturbasi atau onani adalah satu cara penyaluran dorongan seks dan ini wajar dialami oleh remaja seusiamu.

Sekali lagi saya tidak bisa mengatakan apakah onani itu perlu atau tidak, karena tingkat kebutuhan setiap orang khan berbeda. Kenapa kamu justru menyalurkan dengan cara onani, karena sebagian teman-temanmu melakukan juga sehingga pengaruh teman akan sangat besar. Sebaliknya mungkin ada juga remaja yang tidak tahu apakah itu onani sehingga, penyalurannya lebih banyak dengan cara menbayangkan saja, yang akan berakhir dengan mimpi basah pada malam harinya. Inipun juga wajar-wajar saja!!

Beberapa ahli mengatakan bahwa frekuensi masturbasi seorang remaja meningkat ketika sedang stress, dan justru peningkatan frekuensi inilah yang membuat seorang remaja jadi ‘bermasalah’, sehingga membutuhkan seseorang untuk berkonsultasi. Begitu banyak mitos yang beredar di kalangan remaja, seperti onani bisa menimbulkan terjadinya impotensi, kemandulan, ejakulasi dini tapi sebenarnya ketakutan-ketakutan itulah yang akan membuat mitos itu menjadi kenyataan, walaupun secara logika sulit dijelaskan. Belum lagi perasaan bersalah, dosa yang menghantui setiap saat, perasaan-perasaan ini seringkali justru akan berdampak menurunkan prestasi belajar.

Nah ini justru berbahaya… lagi kalau dalam onani, kamu menggunakan alat-alat bantu, atau cairan yang bersifat kimiawi dan bersifat iritatif, misalnya pelumas, sabun, vaselin, lotion, baby oil dll. Seringkali kulit kita terlampau sensitif untuk cairan semacam itu, dan cara inilah yang saya anggap sangat tidak aman. Bagaimana cara yang paling aman, Albert tentu lebih tahu (kalau saya mungkin lebih baik tidak onani saja, itu yang paling aman!)

Ok-lah! Tapi, bagaimanapun saya berharap dengan penjelasan saya ini kamu dan teman belum terlalu puas sehingga kita perlu banyak bertemu untuk membicarakan masalah ini, silakan bisa berkonsultasi ke klinik atau perlu banyak mengalihkan dalam kegiatan-kegiatan positif (seperti ekstra kurikuler), sehingga dorongan untuk ber’onani’ria bisa dikurangi.

Sekali lagi saya tidak bisa mengatakan normal atau tidak normal, karena masturbasi atau onani di negara timur seperti Indonesia ini masih berhubungan erat dengan budaya, norma dan agama, sehingga benturan-benturan yang ada seringkali muncul dalam bentuk larangan-larangan atau dosa.

Sperma Ditelan, BERBAHAYAKAH?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 20 Maret 2009 by konsultasiseks

Haloo Dokter, saya ibu rumah tangga berusia 24 tahun dan belum dikaruniai anak. Dalam kehidupan seks, saya bersama suami kadang melakukan Oral Sex, dalam artian penis suami masuk ke mulut saya sampai suami mengalami orgasme. Yang menjadi pertanyaan saya adalah:

a) Apakah sperma yang tertelan berbahaya untuk kesehatan saya ?
b) Bagi ibu hamil yang melakukan Oral Sex, berbahayakah sperma yang tertelan bagi bayinya ?
c) Apakah melakukan Oral Sex adalah normal ?

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih untuk perhatian dan jawaban Dokter atas pertanyaan saya.

Jawaban:

Oral seks merupakan salah satu variasi seks yang banyak dilakukan oleh pasangan suami istri untuk mengatasi kejenuhan dalam melakukan hubungan seks yang wajar dengan posisi penetrasi pada vagina. Beberapa pasangan justru melakukan secara teratur, misalnya pada saat istri sedang menstruasi, saat istri sedang kehilangan mood seksual, atau ketika suami mengalami kelelahan akibat aktifitas flsik, seringkali seks oral menjadi salah satu jalan keluar. Its okey!

Sebagai bagian dari variasi seks memang tidak menjadi sebuah keharusan, karena toh masih banyak juga seorang istri yang merasa kurang nyaman, jijik atau malas melakukan variasi ini, apakah dilakukan suami pada vagina istri, sebaliknya mulut istri dengan penis suami. Hal ini sangat tergantung sekali dengan pengalaman seks pasangan atau pemahaman tentang seks. Pada seks oral yang dilakukan istri pada penis suami, memang terkadang sering berakhir pada ejakulasi di dalam mulut, sehingga tanpa sadar bisa saja sperma tertelan oleh istri.

Hal ini bukan termasuk sesuatu yang berbahaya, karena sperma merupakan salah satu produk organ seks pria (testis) yang berada dalam kondisi yang sangat bersih, steril, selama pasangan tidak sedang terinfeksi penyakit kelamin. Beberapa ahli justru sering mengatakan kalau di dalam sperma terkandung sejumlah protein yang baik, yang ketika masuk ke dalam tubuh akan berinteraksi dengan protein tubuh yang lain. Jadi saya kira tidak ada masalah, sehingga selama masih bisa dinikmati kedua pasangan… kenapa takut??? Termasuk juga ketika seks oral dilakukan pada saat istri sedang hamil pun gpp, asalkan seperti yang saya ungkap di depan, kondisi organ reproduksi pria dan wanita dalam keadaan sehat!

Normal dan tidak normal, tidak bisa dijadikan sebuah patokan, karena hal ini tergantung norma masyarakat sekitar. Tapi menurut hemat saya, selama dilakukan oleh pasangan suami istri yang sama2 sehat, kenapa takut?

Sering Diremas, Payudara Cepat Kendur?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya on 20 Maret 2009 by konsultasiseks

Dokter yang terhormat, saya seorang gadis usia 25 tahun dan sekarang sedang berpacaran dengan seorang cowoq usia 26 tahun. Dia tinggal di luar kota, dan setiap ketemu kami selalu bercumbu dan berciuman sampai puas. Perlu diketahui, dia adalah cowoq saya yang ke-empat, tapi untuk urusan bercinta, cium bibir dan saling raba2 baru saya lakukan dengan dia seorang, karena dialah yang mengajari saya pelan2. Memang benar, kadang2 saya menikmati, tapi giliran dia minta hubungan seks saya menolaknya karena takut dosa, dan untungnya dia mau mengerti mengingat kita masih berstatus pacaran bukan suami istri.

Yang masih sering jadi ganjalan, apakah benar saat hubungan seks yang pertama selalu menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada vagina dan apakah selalu mengeluarkan darah, terus bagaimana reaksi vagina saat dimasuki penis, apakah terangsang? Kemudian saya juga ingin tahu, apakah payudara yang sering diraba, dikulum bahkan dipilin bisa cepat kendur, dan apakah ada olah raga untuk mencegahnya. Dokter pada saat bercumbu payudara saya sering membesar, kaku dan keras, apakah ini termasuk rangsangan seksual. Terakhir, untuk berapa kali hubungan seksual bisa bikin hamil?

Selain masalah seks saya juga punya permasalahan tentang menstruasi, begini Dok saya setiap kali mens berlangsung antara 8-9 hari apakah ini tanda kesuburan atau ada satu kelainan di organ saya, karena sebelum mens saya selalu mengalami keputihan yang cukup mengganggu karena berbau. Apakah ada obatnya selain dengan pengobatan tradisional menggunakan daun sirih.

Yang terakhir, saya ingin dokter memberitahu saya tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia seksualitas atau istilah2 hubungan seks, karena sebentar lagi saya mau menikah dengan pacar saya tersebut. Atas jawaban yang dokter berikan saya mengucapkan banyak terima kasih, dan mohon maaf kalau pertanyaannya terlalu banyak dan ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih. (W. A, Semarang)

Jawaban:
Sebelumnya saya mohon maaf kalau jawabannya baru bisa anda baca saat ini, karena begitu banyak surat yang masuk sehingga harus bergantian satu demi satu.

Baik, saya akan mencoba menjawab surat W.A. yang sangat panjang dan detil (mohon maaf saya persingkat yang penting saja).

Begini, prinsipnya saya sangat setuju dengan sikap kamu menolak si cowoq yang mengajak berhubungan seks. Cuma saja, terus terang saya agak ragu apakah sikap tersebut akan bertahan seterusnya dengan melihat sampai saat ini kamu masih terus melakukan rangsang2 seksual dengan melakukan aktifitas2 yang sering disingkat KNPI (kissing, necking, petting dan intercourse).
Biasanya kalau sudah terbiasa melakukan aktifitas seksuai seperti yang sering kamu lakukan selama ini, (pengalaman para pasien sich) susah bagi ceweq untuk melakukan penolakan.

Awalnya sich bertahan pokoknya sekali enggak tetap enggak, tapi begitu cowoqnya memohon2 bahkan tidak jarang dengan tangis….apa ya kita tega!! Jadilah hubungan seksual yang seharusnya menjadi persembahan paling berharga, akhirnya seolah menjadi hai yang tidak berharga lagi. Belum lagi kalau misalnya terjadi suatu kehamilan udah dech… repot!!

Nah, jadi kalau saya boleh sedikit menyarankan, katau memang nggak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, nggak perlu dech nyerempet2 bahaya, dengan melakukan model pacaran seperti itu.

Ingat Iho, kerugian terbesar selalu pada si ceweq dan bukan cowoq” Dan kalau seorang cowoq sudah mendapatkan yang satu itu, mudah baginya untuk meninggalkan pasangannya begitu saja!! Nggak mau khan??
OK, sekarang masalah seksualitas rumah tangga, memang benar sampai sekarang masih banyak yang mengatakan kalau malam pertama pasti terjadi rasa sakit yang luar biasa.

Tapi hal itu hanya terjadi pada beberapa orang saja, karena sebagian yang lain sama sekali tidak merasakannya, karena secara normal pada vagina seorang wanita sudah dilengkapi dengan kelenjar2 yang memproduksi lendir yang berguna sebagai pelumas pada saat terjadi penetrasi waktu hubungan seks. Jadi kamu tidak perlu takut, nanti saat hubungan dengan suami akan merasa kesakitan. Karena kalau pun sakit, itu hanya karena faktor psikis tanda ketidaksiapan ceweq melakukan hal yang baru pertama dialami seumur hidupnya.

Cuma kalau masalah apakah keluar darah atau tidak itu beda lagi, karena bagaimana pun perdarahan terjadi karena adanya selaput dara yang koyak atau pecah. Sementara kondisi selaput dara setiap orang berbeda2, ada yang mengandung pembuluh darah yang cukup banyak, yang memungkinkan terjadinya perdarahan, atau yang tidak mengandung pembuluh darah sehingga pada saat terkoyak tidak terjadi perdarahan, itu relatif sekali. Seperti juga pertanyaan bagaimana reaksi vagina yang dimasuki penis saat melakukan hubungan seks pun demikian.

Ada yang mengalami reaksi berupa rangsangan seksual yang ditandai dengan lubrikasi atau keluar cairan pelumas, atau sebaliknya yang tidak terangsang sama sekali pun ada, hanya rasa sakit yang ada.
Rangsang seksual selain pada organ genital (vagina) bisa juga terjadi pada daerah lain, misalnya payudara, seperti kaku, kencang bahkan seringkali mengeluarkan cairan tertentu. Tapi rangsangan2 semacam itu jika terjadi dalam frekuensi yang terlalu sering, kadang menimbulkan efek yang kurang menyenangkan, seperti payudara kendur, lemas dan lain-lain, yang bisa diatasi dengan olahraga atau senam2 khusus untuk lebih mengencangkan otot daerah dada.

W.A, masalah seksual memang gampang2 sulit karena membicarakan seks selama ini masih menjadi sesuatu yang dianggap tabu, dan di era globlalisasi seperti saat ini pun masih banyak yang buta tentang masalah seks. Demikian juga masalah kehamilan, sebenarnya tanpa perlu harus berkali2 hubungan, asal sel sperma mampu membuahi sel telur yang matang , dengan sekali berhubungan pun akan bisa menyebabkan hamil.

Itulah sebabnya pengetahuan semacam ini penting sekali untuk mengantisipasi kasus kehamilan remaja yang sekarang ini sudah merebak di kota2 besar termasuk Semarang. Tapi sekali lagi informasi seperti ini tidak bisa dipaparkan hanya berupa tulisan di media massa seperti ini, oleh sebab itu kami tunggu kedatangannya di klinik. Banyak informasi tentang seksualitas yang bisa kamu dapatkan di sana.

Terakhir tentang masalah keputihan saya sarankan segera diperiksakan ke dokter karena sudah menimbulkan keluhan berupa bau, sehingga bisa diatasi sedini mungkin. OK begitu saja, mudah2an jawaban saya yang panjang lebar ini cukup memuaskan. Terima kasih!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.