Archive for the 1 Category

[Serba-Serbi SPERMA] Pria Mandul PUNYA HARAPAN Dapat SPERMA BAGUS

Posted in 1 on 23 April 2009 by konsultasiseks

Sudah lebih dari enam tahun usia perkawinan Rahman dan Tina.
Namun, mereka tak kunjung dikaruniai seorang anak pun.

Berbagai usaha, baik medis maupun tradisional, sudah dilakukan demi memperoleh keturunan. Tapi tanda-tanda mendapatkan keturunan belum juga terlihat. Mengapa bisa begitu?

Pasangan Rahman dan Tina hanya satu dari ribuan bahkan jutaan pasangan di dunia ini yang mengalami kesulitan dalam reproduksi. Kenyataannya, perempuan sering menjadi pihak yang dipersalahkan kalau dalam beberapa tahun perkawinan pasangan itu belum juga punya keturunan. Padahal pihak pria perlu juga dipertanyakan kesuburannya.

”Pemikiran itu mayoritas tumbuh di negara-negara Asia, di mana patrilinial masih begitu kuat,” ujar Dr. Andi Kosasih, spesialis kandungan Rumah Sakit Bersalin Mitra Ibu Anak, ”padahal tak menutup kemungkinan ketidaksuburan justru ada di pihak pria.”

Sementara di banyak negara Amerika dan Eropa pemeriksaan kesuburan kerap dilakukan sebelum perkawinan terhadap pihak pria dan wanita. Bahkan kadang baru dilakukan jika pasangan tersebut sudah memutuskan benar-benar ingin punya anak. Dan jika terdeteksi kelainan terletak pada pihak pria maka mereka tidak ragu untuk bersama-sama mengatasinya.
”Tapi sesuai dengan perkembangan zaman, kini di Indonesia juga sudah mulai tumbuh kesadaran para suami untuk memeriksakan kesuburannya,” kata Andi, walau dirinya tak menolak kenyataan masih banyaknya pria yang bersikap egois dan menyalahkan pihak perempuan.

Kesalahan Standar
Masalah ketidaksuburan pria umumnya terletak pada kualitas sperma yang dimilikinya. Biasanya kualitas sperma ini bisa dilihat dari jumlah sperma yang terkandung dalam cairan sperma. Dokter berpegang pada standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO) untuk menghitung tingkat kesuburan sperma tersebut. Tapi baru-baru ini hasil riset di Amerika Serikat menyebutkan, kendati seorang pria mempunyai tingkat kesuburan sperma lebih rendah dari standar WHO, tetap saja bisa mendapatkan keturunan.

”Tes yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kesuburan pria biasanya memang dilakukan dengan menganalisis jumlah sperma di dalam semen (cairan sperma). Semakin banyak kandungan sperma dalam semen, semakin baik tingkat kesuburannya. Dan sperma itu sendiri ada yang bergerak, ada pula yang bersifat statis,” ujar Andi.
Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menyebut bahwa menurut standar WHO, seorang pria dikatakan subur jika dalam semennya mengandung 20 sperma per mililiter dan paling sedikit hanya 50 persen saja dari sperma itu yang bergerak.

Tapi standar kesuburan pria dari WHO ini dibantah oleh beberapa peneliti AS yang menghasilkan temuan baru. Hasil temuan ini didasarkan atas titik ambang batas kesuburan dan ketidaksuburan, lalu mereka mempertimbangkan garis tengah antara keduanya.
Dr.Duane Alexander, direktur National Institute of Child Health and Human Development yang memprakarsai riset itu mengatakan, ”Rekomendasi yang memberi harapan bagi pria yang semula dianggap tak subur ini dapat mengestimasi mereka untuk punya anak. Kadang para spesialis lebih baik tidak menjelaskan masalah ketidaksuburan sebuah pasangan agar mereka terus berusaha untuk mendapat keturunan.”

Duane juga menambahkan bahwa satu dari enam pasangan suami-istri tak subur kerap memiliki problem untuk bisa menerima kenyataan. Dari kasus itu ketidaksuburan terletak pada pihak pria mencapai 30–40 persen.
Memang adakalanya bertindak bijaksana tanpa memberitahu pasien masalah ketidaksuburan yang dialaminya kalau itu belum benar-benar pasti. Sebab pasien yang sangat mengharapkan keturunan bukan tak mungkin menjadi frustrasi dan menghentikan segala usahanya ketika mengetahui dirinya tidak subur atau mandul.

Sementara itu, tim peneliti dari University of Rochester Medical Center melakukan riset terhadap kualitas sperma sekitar 1500 pria. 765 orang di antaranya subur, dan 696 tidak subur. Tim dari Rochester berpendapat bahwa standar WHO yang selama ini diterapkan telah memberi petunjuk salah kepada mereka. Menurut tim tersebut bentuk dan tampilan sperma sangat berpengaruh pada faktor kesuburan pria.

Tim yang diketuai Dr.David Guzick, spesialis ginekologi menyebut beberapa poin yang harus dipertimbangkan di masa mendatang. Menurutnya, ketidaksuburan pria ditentukan oleh konsentrat kurang dari 13,5m per mililiter dari semen, jumlah sperma yang bergerak tak lebih dari 32 persen, dan bentuk sperma yang seragam tak lebih dari 9 persen. Lalu ambang batas jumlah sperma berkisar antara 13,5m dan 48m sperma, sperma yang bergerak antara 32 dan 63 persen, sementara jumlah sperma berbentuk seragam antara 9 hingga 12 persen.
”Setiap pengobatan masalah kesuburan bergantung pada penetapan standar antara yang normal dan tak normal. Selama ini telah terjadi kesalahan standar yang tentu saja memacu kesalahan prosedur pengobatan. Kami harap para ahli medis dapat menggunakan standar baru ini dan memperbaiki teknik konseling bagi pasangan yang bermasalah dengan kesuburannya,” komentar Guzick.

Bersifat Relatif
”Memang kadang standar yang ditetapkan WHO tak bisa dijadikan patokan yang pasti. Masalah kesehatan adalah masalah yang sangat relatif bagi tiap orang. Apa yang terjadi pada satu pasien sering tak terjadi pada pasien lainnya. Semua bergantung pada banyak faktor. Demikian juga masalah fertilitas.

Ada kasus di mana pasien sudah putus asa tak bisa punya anak, tapi karena faktor kejiwaan, makanan, atau genetika tiba-tiba saja bisa memiliki anak,” jelas Dr.Andi Kosasih.

Hal serupa dinyatakan oleh Dr.Simon Fishel, direktur Centres for Assisted Reproduction di Inggris. Menurut Fishel temuan dari tim peneliti AS tak terlalu mengejutkan. Ia sering menemukan kasus di mana seorang pria yang dinyatakan mempunyai kualitas sperma buruk masih bisa punya anak secara alami.

”Banyak terjadi di mana ginekolog dan bidan terpaku pada petunjuk kedokteran yang menyesatkan. Sejumlah pasien banyak menjalani pengobatan di mana sesungguhnya mereka tak perlu melakukannya, justru banyak pasien yang butuh pengobatan tak mendapatkannya,” ujar Fishel. Jadi, masih ada harapan buat pasangan seperti Rahman dan Tina.

[Serba-Serbi SPERMA] SPERMA Bikin Awet Muda? OMONG KOSONG!

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , , , on 23 April 2009 by konsultasiseks

Kasus:

“Sebenarnya saya malu menyampaikan masalah saya dan suami. Karena itu mohon nama saya disamarkan, ya. Saya seorang istri umur 40 tahun, suami berumur 41 tahun. Kami sama-sama bekerja. Selama ini, kami baik-baik saja, tidak ada masalah. Hubungan intim juga tidak ada masalah. Saya bisa merasakan orgasme meski tidak selalu. Kalau suami pasti selalu orgasme, bahkan sering cepat keluar sperma. Itu bukan masalah bagi saya, meski mulanya kadang-kadang jengkel. Sebulan yang lalu, suami tiba-tiba meminta saya melakukan sesuatu yang saya anggap menjijikkan.

Suami meminta saya menelan spermanya dan menyuruh saya mengoleskan spermanya di wajah saya. Katanya supaya saya awet muda dan tetap bergairah. Saya menolak karena saya jijik dan saya anggap aneh tetapi suami bilang itu anjuran seorang dokter yang dia baca di koran. Saya tetap menolak dan membuat suami marah sampai kami batal berhubungan intim. Suami mengatakan wajah saya mulai keriput, jadi harus dioles sperma biar mulus lagi. Yang mau saya tanyakan, apa benar permintaan suami itu? Apa benar menurut kedokteran sperma yang ditelan membuat awet muda dan tetap bergairah, dan kalau dioles di kulit wajah membuat tidak keriput. Tolong dijelaskan supaya saya dan suami mengerti.”

Dokter Tak Paham

Pengalaman Anda disebabkan oleh mitos tentang sperma yang menyatakan sperma dapat membuat wanita awet muda. Memang ada dokter yang tidak mengerti mengenai sperma, lalu menganggap mitos itu benar, kemudian menginformasikan kepada masyarakat melalui media massa atau seminar.

Bahkan, percaya atau tidak, ada juga dokter yang melakukannya karena tidak mengerti bahwa itu hanya salah satu mitos di antara banyak mitos lain yang berkaitan dengan seks.

Masalah muncul kalau dokter kemudian menyampaikan mitos itu secara luas karena menganggap sebagai sebuah kebenaran. Tentu saja kesalahan ini patut disayangkam bahkan disesalkan, karena dilakukan oleh seorang dokter.

Masyarakat menganggap benar apa yang disampaikan oleh dokter. Padahal, tidak semua dokter mengerti semua cabang ilmu kedokteran yang begitu luas dan pesat berkembang. Tidak banyak dokter mengetahui bahwa ada spermatologi, sebagai bagian dari andrologi.

Lain halnya kalau yang menyampaikan informasi itu bukan dokter.

Tidak Benar

Saya pikir Anda benar menolak permintaan suami untuk menelan dan mengoleskan spermanya ke wajah Anda. Selanjutnya Anda dapat tunjukkan penjelasan saya ini, bahwa informasi itu tidak benar dan hanya sebuah mitos saja.

Saya yakin kalau suami sudah mengerti, dia tidak akan memaksa Anda lagi untuk melakukan kebodohan seperti itu. Pemaksaan hanya akan menimbulkan hambatan psikis bagi Anda yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan fungsi seksual. Kalau tujuan suami agar keriput di wajah Anda berkurang itu dapat dilakukan dengan cara yang benar. Ada cara yang benar berdasarkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi kekerutan di wajah Anda, kalau memang keadaan itu dianggap mengganggu. ***

[Serba-Serbi SPERMA] Mari AKRABIN SPERMA Anda!

Posted in 1, Artikel-SEKS on 23 April 2009 by konsultasiseks

Ternyata, banyak kebiasaan pria yang membuat kondisi spermanya tidak sehat. Apa sajakah itu? Nah, dari pada pusing, yuk, ketahui lebih dalam mengenai seluk beluk sperma yang benar.

Seperti banyak diketahui, hubungan seksual memiliki dua fungsi, yakni fungsi seksual dan fungsi kesuburan. Nah, kualitas sperma berhubungan erat dengan fungsi kesuburan.

Sperma dihasilkan oleh buah zakar (testis). “Ketika seorang pria mengalami ejakulasi, maka ia akan mengeluarkan satu ejakulat (satu porsi) cairan yang disebut semen. Dalam satu ejakulat, selain sperma, juga terdapat cairan (semen),” papar androlog Dr. Nugroho Setiawan, MS, Sp.And.

Sperma yang dihasilkan oleh testis akan terdorong keluar begitu ada rangsangan. Dalam perjalanannya, sperma diberi cairan (semen) yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan kantung mani (vesika seminalis). Jadi, dalam satu ejakulat, ada tiga kelenjar yang bekerja, yaitu kelenjar testis (tubuli seminiferi), kelenjar prostat, dan vesika seminalis. Ini yang menerangkan kenapa pada pria bisa dilakukan vasektomi, tetapi tetap bisa mengeluarkan cairan.

“Pada vasektomi yang terjadi adalah, saluran spermatozoa (duktus deferen) diikat sehingga sperma tidak bisa keluar, tapi semennya tetap keluar karena yang memproduksi kelenjar yang berbeda. Toh, banyak orang awam yang divasektomi merasa tidak mengeluarkan cairan. Padahal, cairan atau semen tetap keluar, tapi spermanya tidak,” lanjut dokter dari Klinik Grasia ini menjelaskan.

Jumlah, Gerak, Bentuk

* Kualitas sperma ditentukan oleh banyak faktor. Yang paling penting adalah volume (jumlah).

“Normalnya, sekali keluar sebanyak 2 sampai 6 mililiter (ml). Jadi, dalam satu ejakulat, terkandung minimal 20 juta ekor spermatozoa per mililiter-nya. Kalau minimal 2 ml per ejakulat, berarti dibutuhkan minimal 40 juta ekor sperma agar terjadi pembuahan,” kata Nugroho menjelaskan.

Selain jumlah, yang tak kalah penting adalah gerak sperma. Gerak sperma ada empat macam, yaitu gerak lurus cepat, gerak lurus lambat, gerak di tempat, dan tidak bergerak. “Yang ada gunanya untuk pembuahan adalah yang bergerak maju (gerak lurus cepat dan gerak lurus lambat). Jumlah sperma yang bergerak maju yang dibutuhkan untuk pembuahan minimal 50 persen dari keseluruhan sperma yang keluar,” ujar Nugroho.

Sperma juga harus memiliki bentuk normal, minimal 30 persen. “Jika bentuk sperma tidak normal, ia tidak bisa masuk ke rahim wanita untuk melakukan pembuahan. Sperma yang bisa masuk ke dalam rahim wanita adalah yang bentuknya normal dan memiliki gerak bagus,” lanjut Nugroho.

Sisanya, yang bentuknya tidak normal dan tidak punya gerak bagus, akan keluar lagi bersama semen. “Biasanya, usai senggama, keluar cairan dari vagina. Nah, yang keluar ini adalah sperma yang bentuknya tidak normal dan geraknya tidak bagus, serta semen. Semen memang ’dilarang’ masuk ke rahim wanita. Ia hanya menghantarkan, lalu keluar lagi setelah sperma masuk rahim,” kata dokter yang juga praktik di RSI Bintaro ini.

Suhu lebih panas

* Jika terjadi kelainan pada sperma, entah karena jumlah, bentuk, maupun geraknya, haruslah dicari sebabnya lebih dulu.

“Kenapa, kok, jelek, jumlahnya kurang, atau bentuknya tidak normal, harus dicari dulu,” jelas Nugroho. “Setelah penyebabnya ketemu, kalau diobati, pasti hasilnya akan lebih bagus.”

Jumlah sperma yang normal disebut normozoospermia, jumlah kurang oligozoospermia. Sementara sperma yang geraknya normal disebut normozoospermia, gerak kurang disebut asthenozoospermia, dan bentuk kurang disebut teratozoospermia. “Kalau jumlah, gerak, dan bentuknya kurang, pasiennya disebut oligoasthenoteratozoospermia,” jelas Nugroho.

Gangguan kesuburan pria yang berhubungan dengan sperma dapat disebabkan oleh banyak faktor. Yang pertama adalah gangguan pada pabrik sperma, yakni buah pelir atau testis. “Testis akan memproduksi sperma-sperma yang baik bila temperaturnya lebih rendah daripada suhu tubuh, kira-kira 36,7 derajat Celcsius. Makanya, testis diberi kantung yang menggelantung. Kalau kedinginan, kantung akan tertarik ke atas, kalau kepanasan tertarik ke bawah.”

Gangguan pada pabrik sperma juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya karena kebiasaan. “Misalnya pakai celana dobel, sehingga buah pelir jadi panas. Atau memakai celana yang sangat ketat, sehingga kantung buah pelir malah lekat ke tubuh, sehingga temperatur naik. Kalau temperatur pada testis lebih panas, maka kualitas sperma yang diproduksi pun akan menurun. Sama seperti kita bekerja dalam ruang kerja yang panas karena AC mati, pasti kualitas kerja akan menurun,” terang Nugroho.

Selain kebiasaan, bisa juga karena pekerjaan. Misalnya tukang masak, supir bus umum yang mesin busnya terbuka di samping tempat duduk supir, dan sebagainya. “Suhu buah pelir jadi lebih panas, akibatnya kualitas spermanya turun.”

Gangguan pada pabrik sperma bisa juga disebabkan penyakit yang menyertai maupun penyakit bawaan. Penyakit yang paling banyak menyertai orang dengan gangguan sperma adalah pelebaran pembuluh darah balik di sekitar testis (plexus spermatikus) yang disebut varicocel Atau kantung pelir terlalu tebal akibat peradangan kulit. “Sehingga suhu yang harusnya lebih dingin karena ada ventilasi, jadi lebih panas. Itu sebabnya kantung pelir bentuknya berlekuk-lekuk. Tujuan lekuk itu untuk membuang panas, seperti radiator mobil.”

Selain gangguan pada pabriknya, kualitas sperma juga bisa menurun karena adanya gangguan pada hormon. Kalau hormonnya tidak sempurna, pasti akan terjadi gangguan. “Bisa juga karena ada gangguan pada saluran sperma. Kalau salurannya tersumbat atau terinfeksi, sperma, kan, nggak bisa keluar, sama seperti pria yang divasektomi. Atau tersumbat sebagian, sehingga keluarnya tidak banyak. Seperti jalan tol, kalau ada mobil atau truk yang mogok, pasti jalannya jadi terganggu juga,” kata Nugroho.

Yang juga bisa menjadi penyebab adalah gangguan pada semen (cairannya). Misalnya, akibat peradangan pada kelenjar prostat. “Gangguan lainnya misalnya gangguan deposit sperma, seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini yang berat, serta gangguan psikologis yang nantinya bisa berpengaruh pada hormonalnya,” kata Nugroho.

Salah Interpretasi

* Selain penyebab di atas, yang juga harus dijaga adalah gaya hidup.

“Agar sperma berkualitas, gaya hidup harus bagus,” kata Nugroho menyarankan. Gaya hidup yang sehat antara lain istirahat cukup dalam sehari, lebih kurang 7 jam. Juga, olahraga secara teratur, seminggu 3 kali dengan spasi satu hari.

Yang tak kalah penting adalah makan berimbang. “Tidak makan berlebihan. Ada mitos yang mengatakan, kalau pingin subur, banyak-banyak makan kepiting atau kerang. Ini salah, karena kalau kebanyakan, justru tidak subur karena terjadi gangguan kesehatan. Misalnya kolesterol berlebihan atau gula darah jadi bermasalah.” Gaya hidup lain yang harus dihindari misalnya merokok atau konsumsi alkohol. “Kalau gaya hidupnya terjaga baik, umumnya nggak ada masalah, kecuali kalau ada penyakit yang menyertainya.”

Selain gaya hidup sehat, yang juga harus dipahami dan diperhatikan adalah pentingnya menjaga suhu testis. “Suhu dalam testis harus dijaga supaya tidak lebih panas/dingin dari yang seharusnya,” kata Nugroho. “Pria sebaiknya juga tidak menginterpretasikan kualitas spermanya sendiri.” Misalnya menganggap spermanya encer atau kental. “Sperma encer sebetulnya tidak ada. Yang ada adalah kelainan yang berhubungan dengan jumlah, gerak, dan bentuk seperti disebut di atas,” lanjut Nugroho.

Pria menginterpretasikan spermanya sendiri, lanjut Nugroho, biasanya karena merasa bersalah. Misalnya, sering melakukan masturbasi. “Mitos bahwa masturbasi bikin sperma turun, bikin loyo, bikin lutut keropos, memang masih sangat kuat. Padahal, itu salah. Masturbasi sama sekali tidak mengganggu kesuburan maupun kesehatan. Sperma juga tidak akan habis hanya karena masturbasi. Sperma itu, kan, dibikin terus-menerus,” kata Nugroho.

Untuk melihat kualitas sperma, yang paling tepat adalah melakukan tes di laboratorium klinik kesuburan. “Tidak boleh di laboratorium sembarangan, karena hasilnya akan sangat berbeda,” kata Nugroho.

Mitos Taoge

* Mitos mengatakan, jika menginginkan produksi sperma banyak dan bagus, banyak-banyaklah makan taoge.

“Taoge atau kecambah memang mengandung vitamin E. Dan menurut teori, kesuburan manusia maupun hewan akan menurun kalau kekurangan vitamin E,” kata Nugroho.

Cuma, lanjutnya, “Kita, kan, tidak tahu apakah diri kita kekurangan vitamin E atau tidak. Yang jelas, taoge satu tampah besar, seandainya diekstrasi, mungkin cuma jadi satu kapsul vitamin E 400 IU. Jadi, bisa saja di-trial dengan makan taoge atau vitamin E. Tapi, karena tidak mengerti, orang bisa menyiksa diri dengan setiap hari mengonsumsi bertampah-tampah taoge. Kan, enggak ada gunanya.”

Ini hampir mirip dengan mitos tentang daging kambing yang disebut-sebut bisa meningkatkan kejantanan pria. “Sebetulnya, daging kambing, daging ayam, atau daging sapi hampir sama kandungannya. Yang berbeda adalah bumbu rempah-rempah yang dipakai untuk memasak.” Misalnya sate kambing. “Bumbunya pasti kaya rempah-rempah. Ada merica, ada cabe, yang memang memiliki zat yang bisa meningkatkan gairah.”

[Serba-Serbi SPERMA] Percayalah, SPERMA Anda Tak Akan Pernah HABIS

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , , , , on 23 April 2009 by konsultasiseks

Sepasang pengantin baru yang baru saja pulang berbulan madu mempermasalahkan satu hal yang mereka anggap sangat krusial yaitu jumlah sperma yang sangat sedikit.
“Sementara saya ingin sekali segera hamil. Bgmn jika sperma suami makin lama makin sedikit? Bahkan pd suatu hari kami bersanggama, ia hanya mengeluarkan beberapa tetes saja,” begitu keluh sang istri. Kekhawatiran ini hanya diderita oleh sang istri, sementara sang suami tenang-tenang saja. Ia hanya menjawab,”Iya, itu karena sperma sy habis ditabung utk kamu. Bgmn tidak, kita pernah berhubungan intim sampai tiga kali dalam sehari

Benarkah sperma dapat habis ?
Wanita memproduksi sel telur setiap bulannya, dan hanya telur yang matang yang dapat dibuahi oleh sperma.

Bagaimana halnya dengan pria?
Menurut beberapa ahli, seorang pria terus memproduksi sel sperma setiap harinya. Namun jumlah sperma yang diproduksi oleh setiap pria tidak sama banyaknya.
Produksi sperma pada pria dipengaruhi oleh banyak hal, di antaranya:
1. Stres : Keadaan stres atau depresi akan menurunkan produksi sel sperma
2. Obat-obatan : Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi produksi sperma.
3. Usia : Produksi sperma akan menurun sejalan dengan pertambahan usia.

Karena adanya perbedaan jumlah sperma yang diproduksi oleh pria, maka beberapa pasangan acap mempermasalahkan jumlah sperma yang sedikit atau pun banyak. Tak selamanya seorang pria memproduksi sperma dengan jumlah banyak. Terlebih jika hubungan intim dilakukan sangat sering (beberapa kali dalam sehari). Pada keadaan itu, bisa juga sperma yang dikeluarkan menjadi sangat sedikit, karena sebelum produksinya mencapai jumlah seperti biasa, spermanya sudah dikeluarkan. Dengan demikian, tentu saja jumlah sperma yang dikeluarkan pada sanggama berikutnya menjadi lebih
sedikit dari biasanya.

Seorang pria akan terus memproduksi sperma baru setiap harinya. Oleh karenanya, tidak ada istilah ?sperma habis?. Persediaan sperma pasti akan terus ada, meski jumlahnya tidak sama. Dalam satu tetes air mani terkandung beribu, bahkan berjuta-juta sperma. Hanya satu sel sperma saja yang dapat membuahi sel telur. Jadi, kehamilan dapat saja terjadi meski dengan hanya sperma yang “sedikit” itu.

[Serba-Serbi SPERMA] Ingin Kualitas SPERMA Jozzzzz? INI Caranyaaa…..

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , , on 23 April 2009 by konsultasiseks

MEMPERBAIKI kesuburan khususnya pada pria seringkali menuntut pertolongan seorang  spesialis urologi atau endokrinologi reproduksi.  Setelah menguji kualitas sperma Anda, mungkin  saja Anda dianjurkan meminum obat penyubur atau menjalani terapi-terapi teknologi tinggi.

Akan tetapi ada beberapa cara alami yang dapat Anda coba. Untuk memperbesar peluang mendapatkan seorang anak. Inilah beberapa langkah mudah memperbaiki kualitas sperma.

Redakan stres Anda.
Walaupun dokter belum tahu mengapa stres yang berlebihan dapat mengurangi hitungan sperma, mempraktikkan teknik-teknik meredakan stres seperti biofeedback atau relaksasi otot progresif bisa ada gunanya. Usahakan gairah Anda memuncak. Pria yang sangat terangsang ketika sedang bersanggama memancarkan semen lebih banyak dan menghasilkan sperma lebih kuat. Usahakan agar percumbuan atau foreplay Anda berlangsung sekurangnya 20 menit.

Tambah asupan vitamin C Anda.
Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan sperma menggumpal, dan kasus ini mencapai 16 persen di antara semua pria yang mandul. Dan beberapa studi telah menunjukkan bahwa suplemen vitamin C setiap hari ternyata meningkatkan kesuburan di kalangan pria perokok. Vitamin C adalah antioksidan yang membuat membran-membran sel menjadi stabil dan ini bermanfaat baik bagi sperma. Buah-buahan seperti jeruk, mangga, semangka, strawberi dan sayuran seperti brokoli, tomat, dan kecambah adalah makanan yang kaya dengan vitamin C.

Atur jadwal.
Hindari hubungan intim selama dua hingga lima hari sebelum pasangan Anda menurut dugaan akan mengalami ovulasi. Ini akan meningkatkan hitungan sperma, dan persentase sperma sehat yang akan Anda pancarkan bisa lebih tinggi.

Jangan berolahraga berlebihan.
Orang yang berolahraga secara berlebihan bisa mengurangi hitungan sperma mereka karena suhu yang meningkat di sekitar testis selama kegiatan yang sangat mengerahkan tenaga. Dalam sebuah studi di AS, para peneliti menemukan bahwa para pelari yang berlatih lebih dari 90 kilometer per minggu mempunyai hitungan sperma lebih rendah dan sel-sel sperma kurang matang daripada pria berlari kurang dari 50 kilometer per minggu. Namun, latihan aerobik yang takarannya sedang seperti berjalan cepat atau berenang, tiga kali seminggu, masing-masing selama 20 menit, tidak akan mempengaruhi produksi sperma

Pakai celana bokser.
Walaupun mungkin tidak seefektif yang diyakini oleh sebagian orang, mengganti celana dalam ketat dengan celana bokser atau celana kolor mungkin dapat menaikkan hitungan sperma Anda, pasalnya testis Anda akan lebih sejuk.

Turunkan berat beberapa kilogram.
Apabila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat beberapa kilogram mungkin meningkatkan kesuburan Anda. Apabila Anda kelebihan berat badan, jaringan lemak dapat membungkus testis Anda, menaikkan temperatur disitu dan membunuh sperma di dalamnya

Turunkan suhu mandi sauna.
Duduk di kamar mandi sauna atau bak air hangat, atau mandi air hangat biasa pada suhu lebih dari peratur tubuh untuk periode yang terlalu lama dapat menurunkan produksi sperma . Jangan menghabiskan waktu lebih dari 15 menit sehari di bak air hangat atau sauna, dan Uahakan agar suhunya tidak lebih dari 36,5 derajat celcius.

Cermati antibiotika yang Anda minum.
Walaupun antibiotika bcgitu berperan dalam kemandulan, ada beberapa jenis yang bukti mempengaruhi mutu sperma dengan menurunkan hitungan sperma dan kelincahan gerak sperma, atau kemampuan “berenang” sperma. Yang tergolong kelompok ini adalah nitrofuran, contohnya nitrofurazone, dan macrolides, misalnya eritromisin.

Simpan pelumas Anda.
Jeli atau bahan pelumas lain mungkin  hubungan intim lebih lancar, tetapi bahan ini dapat mengurangi kelincahan sperma, belum lagi kalau mengandung spermisida.

Berhenti merokok.
Jika Anda merokok, peluang Anda untuk menjadi  seorang ayah terbang bersama asap rokok.  Merokok tampaknya mempunyai kaitan dengan lamban dan rendahnya hitungan-sperma dan selain itu, penelitian menemukan bahwa keguguran meningkat 64 persen apabila kedua pasangan merokok atau bahkan meskipun hanya sang pria yang merokok. Batasi minum alkohol. Alkohol berlebihan dapat menurunkan hitungan sperma.

Hindari obat terlarang.
Pemakaian mariyuana dan obat-obat terlarang lain selama jangka panjang berakibat menurunnya hitungan sperma dan tidak normalnya pola perkembangan sperma.

[Serba-Serbi SPERMA] Ingat, Kapan SPERMA Anda Sebaiknya Diperiksa DOKTER

Posted in 1, Artikel-SEKS on 23 April 2009 by konsultasiseks

SPERMA adalah indikator penting kesuburan pria.  Kualitasnya juga akan menentukan peluang memiliki keturunan.  Bila seorang pria dewasa hidup normal dan mampu membuat istrinya hamil, kecurigaan terhadap kualitas spermanya mungkin tak pernah terlintas.

Akan tetapi, bila pria telah menikah bertahun-tahun dan tak juga membuat sang istri hamil, kecurigaan itu pasti muncul dan kebutuhan akan pemeriksaan sperma pun menjadi hal mendesak. Kebutuhan pemeriksaan juga tidak semata-mata pada soal menghasilkan keturunan, namun dapat pula dipicu oleh faktor lain.

Nah, apa sebenarnya yang membuat pria perlu  memeriksakan spermanya.  Berikut penjelasan Dr Indra C Anwar SpOG, spesialis kesuburan dari Bunda International Clinic (BIC) Jakarta.

- Pemeriksaan pra nikah. Sebelum menikah,  tes sperma atau sperma analisa (spermiogram) dapat dilakukan khususnya bagi mereka yang ingin langsung mempunyai keturunan. Pemeriksaan sperma sebaiknya dilakukan di klinik kesuburan agar hasilnya bisa dipercaya, minimal terstandarisasi.

- Istri tidak juga hamil setelah 12 bulan. Bila seseorang dapat melakukan hubungan seksual secara teratur, namun sang istri tak kunjung hamil dalam jangka waktu rata-rata 12 bulan, tentu bisa diduga ada masalah pada kesuburan. “Dalam  masalah kesuburan, tidak hanya istri saja yang harus diperiksa. Suami juga harus mau melakukan pemeriksaan bersama,” ungkap Dr. Indra.

-Ada yang salah dari fisik sperma.  Menurut Dr. Indra, pria juga bisa mempertimbangkan pemeriksaan sperma bila ada yang mencurigakan dari fisik sperma seperti volume dan kekentalannya. “Pria normal sedikitnya mengeluarkan air mani sebanyak 2 hingga 5 cc ketika  ejakulasi.  Bila kurang dari itu, tentu pria harus bertanya-tanya dan berkonsultasi.  Konsistensi kekentalan sperma juga harus diperhatikan,  bila encer terus seperti air tentu harus diperiksakan ke dokter,” jelasnya.

- Riwayat penyakit, cedera atau operasi.  Hal lain yang membuat perlu memeriksakan sperma adalah bila Anda memiliki riwayat penyakit atau mengalami hal-hal yang kemungkinan bisa mengganggu kualitas sperma sebelum menikah atau masa kecil.

“Misalnya pernah terinfeksi virus mums atau gondongan, atau buah zakarnya dulu pernah cedera atau dioperasi karena spermanya tidak keluar atau operasi hernia. “Hal ini tentu justru membuat pria harus lebih cepat memeriksakannya. Tidak perlu menunggu hingga satu tahun dulu,”  tegas Indra.

- Pola dan gaya hidup tidak sehat.  Pemeriksaan sperma juga patut dipertimbangkan kalau Anda menjalani gaya hidup tidak sehat yang dapat menimbulkan kelainan atau menurunkan kualitas sperma.  “Mereka yang rentan terhadap kelainan atau memburuknya kualitas sperma seperti pengguna narkoba, perokok berat, peminum alkohol berlebihan atau pun  penderita obesitas,” tandas spesialis lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

[Serba-Serbi SPERMA] Kualitas SPERMA Pria Tampan, OKE PUNYA?

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , , , , , , , on 23 April 2009 by konsultasiseks

PRIA tampan dikatakan mempunyai sperma paling bagus kualitasnya. Demikian sebuah penelitian mengungkapkan hal ini. Para peneliti menunjukkan bahwa pria-pria yang sangat sehat secara fisik, memiliki sperma yang bergerak cepat, paling menarik minat bagi para wanita.

Sejak lama, karakteristik wajah seseorang menjadi indikator bagi kesehatan orang tersebut. Namun, kali ini secara langsung kualitas reproduksi seseorang dikaitkan dengan karakteristik wajahnya, jelas para ilmuwan.

Maria Sancho-Navarro, seorang anggota tim di Universitas Valencia, Spanyol mengatakan bahwa wajah simetris kebanyakan sangat menarik bagi para wanita. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa mereka yang memiliki fitur wajah lebih simetris jarang sekali menderita sakit.

Para peneliti ini menyelidiki sekitar 66 pria dari Valencia. Mereka menunjukkan foto-foto para pria ini dari sisi depan maupun samping kepada 66 wanita yang bakal menilai mereka, mana yang lebih menarik bagi para wanita ini. Sementara, kualitas semen ini diukur seturut pedoman yang dibuat badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization).

Motilitas dan Morfologi
Di bagian kedua penelitian, 12 pria dari kelompok pria yang memiliki semen baik, normal, dan jelek diseleksi dan foto-foto mereka diperlihatkan pada dua kelompok wanita.

Persepsi para wanita atas pria yang tampan berkorespondensi pada kualitas sperma yang baik (baik dari segi motilitas -kemampuan bergerak secara spontan, maupun morfologinya-bentuk) di kedua kelompok. Meski begitu, tidak ada kaitan antara ketertarikan para wanita dengan konsentrasi sperma.

Meski faktor-faktor lain seperti status sosial dan ekonomi mempengaruhi pilihan akhir atas pasangan, kata para ilmuwan, para wanita ini memperhitungkan soal kesehatan dan kemampuan pria berperan sebagai bapak atas anak-anak mereka.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa para wanita dapat mengenali fungsi reproduksi pria apakah fit atau tidak berdasar penampilan wajah saja,” kata para peneliti ini menyimpulkan.

Sebuah penelitian terpisah yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris mengungkapkan bahwa para wanita yang memiliki suara yang paling memikat biasanya memiliki wajah yang memikat pula.

Sarah Collins dan Caroline Missing, dari University of Nottingham, merekam suara 30 wanita muda untuk diperdengarkan ke para pria yang kemudian melihat foto-foto mereka. Pilihan para pria ini membuktikan bahwa wajah menarik terkait dengan suara yang menarik pula.

Sumber : Evolution and Human Behavior (vol 24, p 199)

[Serba-Serbi SPERMA] Orang Gendut Kualitas SPERMA-nya BURUK?

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , , , , , on 23 April 2009 by konsultasiseks

KEGEMUKAN memang membawa beragam masalah pelik. Satu lagi masalah yang benar-benar tak mengenakkan bagi pria kegemukan adalah persoalah kualitas sperma. Ternyata, terlalu banyak lemak menyebabkan kualitas sperma buruk. Kata para ilmuwan, ini akibat lemak-lemak yang mengelilingi testis membuat suhu sperma meninggi.

Para ilmuwan dari Universitas Aberdeen ini mencoba mempelajari 2000 pria pada para pasangan yang mengalami kesulitan hamil. Para pria ini dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan indeks massa tubuhnya. Para pria yang berat badannya luar biasa, spermanya ternyata abnormal, sama seperti persoalan kesehatan lainnya. Pria yang mempunyai BMI (body mass indeks) antara 20 hingga 25 memiliki kualitas sperma lebih baik dibanding yang BMI nya lebih tinggi.

Mereka juga memiliki volum semen yang lebih banyak. Soal konsentrasi dan aktivitas sperma, tak ada perbedaan berarti yang berarti di antara empat kelompok pria ini. Penelitian ini juga mengungkap bahwa kegemukan bakal menyebabkan kerusakan DNA pada sperma. Kualitas sperma yang buruk menyebabkan tidak suburnya seorang pria bahkan merusak spermanya.

Karena itu, para ilmuwan yang mengungkapkan hal ini dalam Konferensi Fertilitas Eropa menyatakan bahwa menurunkan berat badan dapat meningkatkan kesuburan seorang pria. Menjadi gemuk apalagi kegemukan sejak lama juga sudah diketahui bakal mempengaruhi kesempatan para wanita untuk bisa hamil.

Dr. Ghiyath Shayeb, ketua peneliti mengungkapkan,”Dari temuan kami yang dibuat independen ini kami menyarankan agar para pria menormalkan berat badannya dulu bila ingin punya anak. Ini merupakan manfaat tambahan dengan adanya BMI yang ideal selain kesehatan secara umum.”

Dr. Shayeb menambahkan, tentu saja ada faktor lain yang menyebabkan tingkat kesuburan menurun seperti merokok, konsumsi alkohol yang begitu kerap, juga usia seseorang.

[Serba-Serbi SPERMA] Obat Anti Depresi Merusak SPERMA?

Posted in 1, Artikel-SEKS on 23 April 2009 by konsultasiseks

RISET ilmuwan di Amerika Serikat mengindikasikan, obat yang digunakan jutaan pria di dunia untuk meringankan depresi ternyata dapat menimbulkan efek samping terhadap kualitas kesuburan.

Penelitian terhadap puluhan pria sehat menunjukkan, pemberian obat antidepresan paroxetine selama empat pekan menyebabkan kerusakan pada sebagian besar DNA sperma para partisipan.

Tim peneliti dari Cornell Medical Center di New York yang menggagas riset ini menegaskan, temuan ini tidak serta-merta memberi indikasi adanya ancaman bagi para pria dalam mendapatkan keturunan. Menurut seorang ahli fertilitas di Sheffield, Inggris, hasil riset yang dimuat New Scientist ini perlu dikembangkan lebih lanjut.

Paroxetine, yang dijual dengan merek Seroxat atau Paxil, adalah salah satu obat antidepresan yang paling banyak diresepkan. Penelitian ini tercatat sebagai riset kedua yang dilakukan di Cornell Medical Center untuk mencari kemungkinan dampak penggunaan obat antidepresan terhadap kualitas sperma.

Pada riset yang dipimpin Peter Schlegel dan Cigdem Tanrikut ini, 35 partisipan sehat diminta secara sukarela memberikan sampel sperma sebelum dan setelah mendapatkan pengobatan paroxetine. Hasil pemeriksaaan di bawah mikroskop tidak menunjukkan perbedaan yang berarti pada dua jenis sampel sperma, yakni sebelum dan setelah pengobatan. Bentuk dan pergerakan sperma pada dua kelompok sampel tampak normal.

Namun demikian, saat pengujian fragmentasi DNA, dua kelompok sampel sperma  menunjukkan perbedaan. Beberapa sperma yang mengalami gangguan DNA ditemukan pada setiap sampel, dan 13,8 persen sel-sel sperma yang dihasilkan sebelum pengobatan ditemukan mengalami fragmentasi. Setelah pengobatan dengan paroxetine selama empat minggu, jumlah yang terfragmentasi meningkat hingga 30,3 persen.

Salah satu pertanyaan kunci adalah apakah perubahan ini cukup signifikan memengaruhi kesuburan pria, atau apakah sisa 70 persen sperma yang tidak terpengaruh bakal cukup untuk menghasilkan kehamilan secara konsisten.

Pada pasangan yang menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa pasangan dengan tingkat kerusakan DNA spermanya tinggi menghasilkan lebih sedikit embrio. Embrio mereka juga cenderung sulit berhasil saat ditanamkan dalam rahim.

Dr Allan Pacey, pakar Andrologi dari University of Sheffield, berpendapat, meski banyak laporan sporadis menyebutkan antidepresan dapat memengaruhi kualitas sperma, perlu banyak riset lanjutan dalam upaya membantu para ilmuwan mengevaluasi risiko penggunaan obat.

“Munculnya peningkatan kerusakan DNA pada sperma adalah hal yang perlu diwaspadai meski pada tingkat yang kita anggap kerusakannya dapat merugikan secara klinis masih menjadi kontroversi bagi para ilmuwan.

“Patut disayangkan peneliti tampaknya tidak melakukan riset secara acak dan kontrol yang mana teknik ini menjadi cara paling ilmiah untuk meneliti pengaruh obat. Tetapi saya percaya bahwa hasil temuan ini menjadi perhatian dan perlu diteliti lebih lanjut,” paparnya.

Sementara itu, perusahaan yang memproduksi obat ini, GlaxoSmithKline, menyatakan akan me-review hasil penelitian ini. “Obat-obatan ini masih tetap menjadi pilihan penting, selain konseling dan perubahan gaya hidup, untuk mengobati depresi. Riset ini seharusnya tidak perlu menimbulkan kekhawatiran para pasien. Pasien juga harus mendiskusikan kondisi mereka dengan dokter sebelum menggunakan obat ini,” ujar juru bicara GlaxoSmithKline.

[Serba-Serbi SPERMA] Benarkah SPERMA Bikin ALERGI?

Posted in 1, Artikel-SEKS on 23 April 2009 by konsultasiseks

Sudah jadi rahasia umum jika tugas sperma adalah membuahi sel telur, namun tak banyak yang tahu di balik ‘rutinitasnya’ itu ada fakta lain yang perlu Anda tahu tentang sperma. Beberapa penelitian membuktikan:

Sperma bisa menyebabkan alergi
Sebuah studi yang digelar Universitas Cincinanti College of Medicine yang melibatkan beberapa responden wanita menyebutkan sperma bisa membuat kulit iritasi, panas, memerah dan menyebabkan alergi.

Sperma hasil bercinta lebih OK
Kelompok peneliti dari University of Kentucky, Lexington membandingkan kualitas air mani yang keluar saat bercinta dan saat masturbasi. Dari riset ini disebutkan sperma hasil ejalukasi hubungan intim memiliki motility (daya gerak sperma meraih indung telur) dan rangsangan yang lebih baik ketimbang sperma yang keluar saat masturbasi. Dalam hal ini foreplay juga turut berperan, karena pemanasan dengan berbagai variasi mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma.

Sperma butuh ‘ruang’ lebih luas
Semakin banyak air mani maka akan makin banyak pula sperma yang terkandung di dalamnya. Tahukah Anda, saat pria mengeluarkan 100 juta sperma per milimeter cairan maninya, anjing dan tikus justru memproduksi sebanyak 1 miliar sperma. Sepertinya kaum pria harus mengeluarkan sebanyak 0,5 Kg air mani untuk mendapatkan sperma yang dimiliki anjing dan tikus.

Sperma menyembur lebih kuat saat orgasme pertama
Dalam bukunya Everything You Always Wanted to Know About Sex But Were Afraid To Aks, Dr. Reuben menulis alasan kenapa saat orgasme pertama pria cenderung menyemburkan sperma lebih kuat dan lebih banyak. Reuben menyebutkan hal tersebut tergantung dari jumlah air mani yang ada pada Mr. P, kantung air mani dan kelenjar prostat.

Selain juga disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya kualitas dan kuantitas rangsangan fisik yang diterima pria atau kondisi fisik dan mood si pria. Apakah sedang mabuk, lelah atau stres? Namun dari semua itu Reuben mengatakan sebenarnya otaklah yang mampu mengendalikan keadaan fisik dan mental. So, organ seks yang paling tangguh, ya Otak Anda!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.