Arsip untuk April, 2009

[Serba-Serbi ORGASME] 8 Fakta Tentang ORGASME Anda

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , on 17 April 2009 by konsultasiseks

Jangan percaya apa kata omongan orang tentang orgasme sebelum membaca yang satu ini!

1. Orgasme membuat darah mengalir lebih kencang ke seluruh tubuh. Proses ini membuat kulit bercahaya, menyempurnakan metabolisme tubuh dan menyembuhkan kejang perut akibat menstruasi. Secara emosional, orgasme juga membuat kita lebih rileks dan tak cepat sewot.
2. Dalam sebuah survei, 34 persen wanita berharap agar pasangannya mencapai orgasme dalam bercinta, sedangkan 50 persen berharap mereka pun mencapai orgasme.
3. Wanita pun mengalami mimpi basah
4. Sekitar 40 persen pria mengakui bahwa wanita berpura-pura orgasme. Sekitar 40 persen lainnya tidak yakin akan hal itu, sisanya memastikan bahwa pasangan mereka tidak pernah mengalaminya. Jangan salah, 92 persen wanita mengakui bawa mereka setidaknya pernah satu kali berakting pura-pura mengalami orgasme saat bercinta.
5. Orgasme secara bareng dianggap suatu keharusan bagi 25 persen pria dan 14 persen wanita.
6. Pola 3-2-1 sering diterapkan untuk bercinta: tiga menit untuk foreplay, dua menit untuk bercinta dan satu menit buat orgasme-tapi orgasmenya buat dia, bukan Anda!
7. Para ahli memperkirakan sekitar 10-15 persen wanita tidak pernah mengalami orgasme selama bercinta atau bermasturbasi. Persentase yang sama mencapai orgasme melalui masturbasi.
8. Berkaitan dengan orgasme, sebanyak 75 persen wanita menilai foreplay lebih penting ketimbang hubungan seksual. Padahal pemanasan yang cukup akan memungkinkan orgasme yang lebih intens.

[Serba-Serbi ORGASME] Cara Jalan Tentukan ORGASME Seseorang?

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , , , , on 17 April 2009 by konsultasiseks

Bagaimanakah cara Anda berjalan, tergesa-gesa, lambat, atau melangkah dengan mantap?

Ternyata, cara perempuan berjalan bisa mencerminkan kemampuannya mencapai orgasme. Ini menurut sebuah penelitian yang berjudul Gait may be associated with orgasmic ability (gaya berjalan mungkin berkaitan dengan kemampuan untuk orgasme) yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine.

Wanita yang melangkah dengan enerjik atau melangkah dengan pasti dan luwes, disebut-sebut sebagai kelompok yang selalu mengalami orgasme. “Berdasarkan pengamatan, mungkin ada kaitan antara orgasme dengan cara berjalan. Mereka yang sering orgasme biasanya berjalan dengan luwes, tidak kaku, berenergi, dan juga sensual,” tulis peneliti dalam laporannya.

Untuk menguji teorinya, gabungan tim peneliti dari the Catholic University of Louvain di Belgia dan University of West Scotland, meminta para mahasiswa menjawab kuisioner mengenai kebiasaan seksual mereka.

Para mahasiswa tersebut dibagi ke dalam dua kelompok, yakni yang menjawab sering atau selalu orgasme dan kelompok yang mengaku jarang atau tidak pernah. Lalu mereka diminta berjalan sejauh 100 meter sambil membayangkan sedang berada di pantai yang indah. Setelah itu mereka diminta berjalan lagi sambil membayangkan pria yang mereka cintai.

Nah, kemudian dua orang ahli seksologi diminta menebak kemampuan orgasme para responden tadi berdasarkan cara berjalannya. Sebelumnya, ahli seksologi ini tidak diberitahu masuk dalam kelompok mana saja para mahasiswa tadi. Hasilnya menarik, karena 81 persen jawaban ahli seksologi tadi benar.

“Pada saat orgasme vagina, otot-otot di sekitar panggul lentur. Bila sering orgasme, cara berjalan pun lebih natural, ada harmonisasi antara kaki, panggul, dan gerakan tulang belakang,” kata Stuart Brody, profesor psikologi dari Universitas West Scotland.

Meski begitu, Brody mengatakan mereka yang melangkah dengan mantap dan luwes mungkin saja karena memiliki kesehatan mental yang baik, lebih percaya diri dan punya hubungan seksual yang memuaskan. Jadi, teori ini harus dibuktikan lebih lanjut.

[Serba-Seri ORGASME] Menemukan ORGASME Yang SEBENAR2NYA

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , on 17 April 2009 by konsultasiseks

Saat Anda dan pasangan terhubung secara fisik dan emosi, seks merupakan sarana membebaskan diri, bebas dari tekanan dan pikiran yang mengganggu. Namun, pernahkah Anda bayangkan bahwa keinginan mencapai orgasme itu sendiri bisa menjadi salah satu tekanan dalam melakukan hubungan seksual?

Hubungan seksual kerap dipandang sebagai sarana mencapai orgasme, bukan untuk mengekspresikan kasih sayang. Akibatnya, jika orgasme tak tercapai, kita merasa kecewa, ngambek, bahkan merasa ada yang salah dengan kehidupan seksual kita. Padahal, orgasme tidak bisa dipaksakan, dan seringkali tidak dapat dicapai jika kita tidak mengenal tubuh sendiri.

Coba saja lakukan ‘tes’ kecil berikut ini: dalam waktu tiga menit, pikirkan lima bagian tubuh dan kondisi apa yang paling mudah membangkitkan hasrat untuk bercinta. Bisakah Anda? Jika tidak, mungkin Anda perlu waktu untuk mengenal bagian tubuh dan sensasi yang paling tepat untuk Anda. Gunakan tangan, bulu-bulu, atau apapun untuk menemukan sensasi sentuhan yang berbeda pada tubuh Anda. Berikan waktu yang cukup untuk menikmati sensasi yang Anda ciptakan sendiri. Temukan setidaknya lima area, lalu beri tahu pasangan Anda bagaimana Anda ingin area tersebut diperlakukan.

Anda juga dapat melakukannya bersama pasangan. Tutup mata Anda dengan sapu tangan atau apa saja yang dianggap seksi, lalu minta pasangan melakukan eksplorasi ke seluruh tubuh Anda. Lakukan sentuhan, ciuman, jilatan atau gigitan lembut. Jujurlah pada diri sendiri, rangsangan di bagian mana yang paling kuat sensasinya. Bisa jadi Anda menemukan bagian tubuh yang tadinya Anda anggap tidak menarik apalagi seksi, ternyata bisa membuat Anda terangsang. Kalau perlu berikan penilaian: 0 untuk sensasi lemah hingga 5 untuk sensasi kuat.

G-Spot is…

Jangan lupa untuk mengenali organ intim Anda. Benarkah ada g-spot, ‘titik ajaib’ yang menciptakan sensasi untuk mencapai kepuasan seksual? Area ini ditemukan oleh seorang dokter berkebangsaan Jerman, Ernst Grafenberg dan diberi nama sesuai dengan namanya. G-spot adalah jaringan kecil pada dinding depan vagina. Jaraknya sekitar 5 cm dari mulut vagina.

G-spot terhubung langsung dengan otak. Jika menerima rangsangan, g-spot akan menerima aliran darah lebih banyak sehingga area ini membesar dan dapat diraba. Area ini hanya bereaksi terhadap tekanan, bukan sentuhan. Dengan demikian tidak semua posisi hubungan seksual dapat merangsang g-spot. Ini menyebabkan wanita sulit mengetahui posisi g-spot sendiri. Beberapa wanita menyatakan bahwa jika saat berhubungan seksual mereka berada di posisi atas atau melakukan dengan posisi duduk, akan lebih mudah untuk memberi rangsangan pada g-spot.

Wanita umumnya mengakui bahwa sekitar klitoris adalah area yang paling sensitif. Satu-satunya fungsi organ ini adalah untuk mencapai kepuasan seksual, dan sebagian besar wanita mengalami orgasme melalui rangsangan klitoris. Sedangkan pada vagina, sepertiga bagian terluar dari vagina adalah area yang sensitif. Umumnya lebih sulit mencapai orgasme vaginal daripada klitoral. Namun, tak berarti satu orgasme lebih baik dibanding orgasme yang lain. Keduanya merupakan cara yang berbeda untuk mendapatkan kepuasan seksual. Agar pasangan dapat membantu mencapai orgasme, Anda perlu mengomunikasikan orgasme mana yang lebih mudah dicapai.

Sexually Healthy

Walaupun berbeda intensitasnya, kebudayaan barat dan timur memperlihatkan persamaan dalam hal seksualitas wanita. Kepuasan wanita tidak hanya pada saat orgasme saja, tetapi juga pada perasaan bahwa dirinya tak hanya dijadikan obyek seksual pria saja, tapi juga menjadi subyek bagi dirinya sendiri. Aktualisasi diri yang dicapai itulah yang menjadikannya wanita seutuhnya. Karena pada hakekatnya, wanita juga mempunyai hak yang sama dengan pria.

Untuk mencapai kondisi mental yang sejahtera secara seksual (sexually healthy/wellbeing), nilai-nilai normatif dalam masyarakat yang sifatnya membuat wanita hanya sebagai obyek penderita sudah selayaknya tidak dijadikan patokan untuk menilai baik-buruknya seorang wanita. Karena pada dasarnya, wanita juga bebas berekspresi, berfantasi, dan menentukan kapan dia butuh atau tidak membutuhkan seks itu sendiri. Jadi, bukan terus mengambil peran sebagai obyek dan membatasi diri pada seberapa menarik dirinya bagi pria. Jadi, kali berikutnya Anda melakukan hubungan seksual, pusatkan saja pikiran pada pasangan dan sensasi fisik saat tubuh bersentuhan. Biarkan diri kita bereaksi mengikuti naluri, dan tidak perlu cemas akan terjadi tindakan spontan yang ‘mengecewakan’.

[Serba-Serbi ORGASME] Bagaimana Perempuan Mendapatkan ORGASME-nya?

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , on 17 April 2009 by konsultasiseks

Banyak wanita yang masih penasaran dengan orgasme. Bagaimana sebenarnya perasaan yang ditimbulkan, dan bagaimana cara mencapainya? Tidak ada jalan lain untuk mencapai hal ini, kecuali dengan makin banyak mempelajarinya, makin sering mengenali tubuh Anda sendiri, dan mengenai fakta yang sebenarnya mengenai orgasme. Bila Anda masih belum yakin dengan kebenaran mitos atau informasi dari buku bacaan atau rekan-rekan Anda, simak jawabannya di sini.

Setiap wanita dapat mencapai orgasme.
Benar. “Kecuali dalam kondisi tertentu, potensi mendapatkan orgasme berlaku untuk semua orang,” ujar Barry Komisaruk, Ph.D., penulis The Science of Orgasm. Bila Anda belum pernah mengalaminya, kemungkinan karena Anda memang belum menemukan gerakan yang pas. Stres, trauma masa lalu, atau obat-obatan antidepresi juga mempengaruhi kemampuan Anda mencapai puncak. Namun jangan berhenti berharap. “Bicaralah pada terapis seks bersertifikasi jika Anda mengalami kesulitan mencapai orgasme. Mereka akan membantu Anda menemukan masalah Anda, dan merekomendasikan perawatan yang sesuai,” lanjut Komisaruk.

G-spot adalah rahasia orgasme yang hebat.
Bisa benar/bisa salah. Beberapa studi menyarankan untuk menstimulasi G-spot, area kecil yang dapat dirasakan beberapa sentimeter dari dinding depan vagina, untuk mendapatkan orgasme yang intens. Namun menurut para ahli, orgasme akibat sentuhan pada G-spot belum dapat dipastikan. “Beberapa wanita menyukai stimulasi G-spot, dan merasa bahwa hal tersebut dapat membawanya ke orgasme yang memuaskan, namun wanita lain juga berpikir hal tersebut tidak menyenangkan. Sebab, mereka malah merasa seperti ingin buang air kecil ketika pertama disentuh,” papar Beverly Whipple, Ph.D., peneliti seksualitas dan penulis The Science of Orgasm. Jadi, hal tersebut tergantung pada masing-masing wanita.

Semua wanita seharusnya mencapai klimaks melalui intercourse.
Salah. Hasil studi menunjukkan bahwa sekitar 70% dari wanita tidak secara rutin mengalami orgasme melalui intercourse saja. Ada perbedaan masing-masing mengenai struktur tubuh wanita. Karena itu, banyak wanita menganggap stimulasi klitoral lebih baik dalam memicu orgasme daripada pendekatan yang langsung ke penetrasi,” ungkap Komisaruk. Informasi dari empat area utama wanita -vagina, klitoris, uterus, dan serviks- memberi kontribusi pada orgasme, sehingga makin sering area ini distimulasi, makin besar kemungkinan Anda mencapai orgasme. Jangan segan mengarahkan tangan pasangan, atau tangan Anda sendiri, untuk menambahkan sensasi klitoral selama hubungan intim. Atau, bereksperimenlah dengan posisi yang menawarkan penetrasi lebih dalam untuk menstimulasi serviks.

Senam Kegel dapat memberikan Anda orgasme yang lebih intens.

Benar. Senam Kegel dapat Anda lakukan sendiri, caranya seperti saat menahan buang air kecil. Senam ini melibatkan peregangan dan pelemasan otot vagina, sehingga dengan sendirinya menguatkan otot pubococcygeus (PC) yang terdiri atas beberapa saraf yang menyediakan rasa menyenangkan pada vagina. Otot PC yang lebih kuat secara langsung akan berhubungan dengan respons orgasmik, demikian menurut studi Journal of Clinical Psychiatry. “Bagian yang menyenangkan dari orgasme mungkin merupakan respons kita terhadap rangkaian kontraksi otot,” jelas Komisaruk. Jadi semakin kuat otot, semakin mungkin Anda menikmati rasa yang menyenangkan itu.

Woman-on-top adalah posisi terbaik untuk mendapatkan orgasme.

Salah. Beberapa wanita senang berada di atas karena mereka lebih memiliki kontrol gerakan, dan dapat memaksimalkan stimulasi klitoral dengan menekan tulang pubis pasangannya ke atas, atau mencapai bagian bawah dengan menstimulasi diri mereka sendiri. Namun kebanyakan wanita memilih membelakangi pasangannya (dengan tetap berada di atas) karena dalam posisi ini penis pasangan akan mampu menstimulasi dinding depan vagina secara langsung (dekat pusar), yang memang lebih responsif terhadap stimulasi daripada dinding belakang vagina. “Intinya, posisi terbaik tergantung pada pengalaman pribadi dan bagaimana Anda dan pasangan Anda saling membantu,” jelas Komisaruk.

[Serba-Serbi ORGASME] Apa Sih Sebenarnya ORGASME Itu?

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags on 17 April 2009 by konsultasiseks

Orgasme itu berbeda untuk masing-masing orang dan bukan hal yang aneh lagi yang memang sulit untuk didefinisikan. Ahli terapi seksual Paula Hall menjelaskan bagaimana faktor fisik dan emosi terlibat pada pria dan wanita, mengapa kualitas lebih penting daripada kuantitas dan mengapa pura-pura orgasme hanya membuang waktu saja.

Definisi Orgasme
Pada tahun 1953 seorang ahli terapi terkenal mendefinisikannya sebagai “suatu pelepasan dasyat dari ketegangan pada syaraf dan otot”. Masih banyak definisi lain, tetapi kata “ketegangan” paling banyak muncul dari semua yang ada. Yang mana hal ini berarti bahwa ketika Anda melakukan hubungan seksual, Anda akan membebaskan tubuh Anda sehingga Anda dapat merasakan kesenangan dan kepuasan untuk kembali ke aktivitas normal setelah melakukan itu. Benar-benar unik!

Apa yang terjadi pada tubuh kita ketika Orgasme?
Hal-hal teknis yang menciptakan tanda-tanda ini sangatlah menakjubkan.

* Jantung Anda akan memompa lebih cepat dan nafas Anda akan menjadi lebih berat untuk menyuplai otot-otot yang sudah tegang ini.
* Hormon-hormon seperti endorphin dan oxytocin akan dipompa ke sekitar otak dan tubuh Anda, yang membuat Anda merasa begitu senang.
* Darah akan dipompa ke organ seksual Anda untuk menciptakan suatu tekanan yang secara langsung membangkitkan reflek pudendal (kejangnya otot-otot dari organ seksual).
* Gerakan reflek ini akan membuat otot dasar panggul Anda akan berkontraksi sebanyak 5 sampai 15 kali dalam interval 0,8 detik. Inilah proses orgasme yang kita tahu.
* Dan yang baru saja ditemukan, yaitu adanya pergerakan reaksi pada syaraf yang melewati tulang belakang. Hal ini menjelaskan pada beberapa penderita lumpuh tulang belakang bisa merasakan orgasme.

Apa yang seharusnya dijauhkan dari suatu Orgasme?
Sebuah orgasme seharusnya jangan pernah dijadikan sebagai tujuan utama dari suatu hubungan seksual. Anda tetap merasa punya momen yang menyenangkan dengan pasangan, merasa bergetar, sensual, intim dan penuh cinta, walau tanpa orgasme.Yah memang itu menyenangkan, tetapi kecuali memang tujuan utama Anda adalah hamil orgasme seharusnya bukanlah menjadi satu-satunya tujuan.

Anda tidak bisa membuat seseorang mendapat orgasme. Apa yang bisa Anda lakukan, selain memberikan stimulasi fisik pada pasangan Anda yaitu menciptakan sebuah lingkungan yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang untuk mereka yang mana bisa membuat orgasme itu bisa terjadi.

Orgasme tidak melulu berkutat seputar organ seksual. Beberapa orang bahkan mengalami orgasme, tanpa disentuh organ seksualnya. Beberapa orang menggambarkan sensasi ini sebagai suatu rasa “gatal”, sedangkan pada yang lain menggambarkannya sebagai suatu rasa yang menyebar di seluruh badan.

Berpura-pura
Mengapa beberapa orang (pria dan wanita) berpura-pura orgasme? Mungkin orgasme macam ini adalah pertanda keinginan untuk menghentikan seks. Kebanyakan orang melakukan ini untuk menyenangkan pasangannya. Mereka merasa akan mengecewakan pasangannya, kalau mereka tidak orgasme. Daripada berpura-pura, jauh lebih baik ciptakan suatu hubungan di mana jika Anda sedang tidak mood atau kehilangan momentum, Anda dapat mengatakan itu dengan jujur.

Kualitas bukan kuantitas
Kita cenderung memberi pengertian yang salah tentang orgasme pada lingkungan kita. Kebanyakan artikel tentang peningkatan kehidupan seksual lebih fokus pada meningkatkan orgasme atau membuatnya menjadi lebih sering. Tetapi intensitas dari suatu orgasme bukanlah suatu indikasi mutlak dari kepuasan seksual. Jika Anda ingin mendapat suatu orgasme, Anda dapat melakukannya sendiri. Tapi jika Anda ingin suatu kepuasan dalam kehidupan seksual, Anda perlu lebih dari itu.

Dalam terapi psikologis seksual, orang-orang akan diberitahu tentang aturan 2-6-2. Dari 10 kali hubungan seks, kemungkinan dua di antaranya akan fantastis dan membuat pikiran melayang-layang. 6 lainnya lumayan tapi tidak ada yang spesial. Dan 2 sisanya Anda berharap tidak akan diganggu.

Dokter, Usai Melahirkan Boleh Langsung BERCINTA Nggak Sih?

Posted in 1, KonsultasiSEKS-Dr.Chintya with tags , , , on 17 April 2009 by konsultasiseks

Dokter Chinta,  saya ingin bertanya. Istri saya baru saja melahirkan. Setelah 2 minggu saya langsung mengajak istri saya berhubungan. Apakah tidak apa-apa dok, menginget masih pasca melahirkan. Tolong dijawab trimakasih sebelumnya. [sintya_XXXX@yahoo.com]

Jawaban:
Tidak ada masalah melakukan hubungan seks pasca melahirkan. Memang biasanya, perempuan ketika usai melahirkan perhatian akan lebih fokus [sementara] kepada anak. Apalagi bila istri Anda melahirkan dengan cesar. Tentu butuh waktu yang agak leih lama dibanding yang melahirkan normal.

Banyak pasangan suami istri yang mengalami perubahan pola seks setelah memiliki buah hati. Selain karena jam ‘kerja’ yang berubah, juga perhatian yang kini terbagi. Jika dulu masih memiliki waktu luang untuk bermesraan dengan pasangan hati, sekarang waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Bahkan seringkali, schedule yang sudah diatur sedemikian rupa menjadi amburadul karena mungkin sang buah hati sedang rewel atau sakit.

Beberapa hal yagn harus Anda perhatikan adalah, angan pernah memaksa istri Anda untuk berhubungan seks. Meski banyak yang mengatakan, pasca melahirkan biasanya perempuan lebih kuat bercinta, tapi saya anjurkan komunikasikan dulu, sebelum benar-benar siap. Saya tidak bilang, jangan, tapi lebhi baik bicarakan dulu.

Kemudian hal yagn perlu Anda perhatikan juga:

1. Manfaatkan Waktu

Pasangan suami istri harus pintar dan kreatif dalam mencari cara untuk menjaga hidupnya perasaan cinta mereka. Pentingnya memanfaatkan waktu yang tersedia agar waktu yang sedikit itu bisa digunakan sebaik-baiknya. Terutama carilah waktu yang luang saat bayi Anda sedang terlelap, baik siang maupun malam hari. Apabila tidak ingin melakukan hubungan sex, setidaknya waktu yang tersedia bisa digunakan untuk melakukan kemesraan atau memberikan perhatian kepada pasangan.

2. Perlunya Rencana
Banyak pasangan suami istri menganggap acara spontan akan jauh lebih berkesan, namun sebenarnya banyak hal yang direncanakan jauh hari akan terasa lebih berkesan, karena sudah dipersiapkan dengan matang. Misalkan dengan menitipkan anak sejenak dengan pengasuhnya atau di rumah neneknya. Pasangan yang telah mempersiapkan rencana dengan matang bisa mengolah waktu yang ada agar menjadi sangat mengesankan.

3. Jangan Malu
Jangan pernah malu untuk bersikap seperti saat pacaran dulu. Telpon atau sms pasangan Anda terutama saat pasangan Anda tidak berada dirumah atau sedang dikantor. Tanyakan apakah dia sudah makan siang atau belum.. Setelah menikah tentunya Anda mengetahui apa hobi yang dilakukannya, jadi akan lebih mudah untuk memberikan perhatian kepada pasangan lewat hobi dan kesenangannya.

4. Carilah Alternatif Tempat
Kebanyakan pasangan baru menikah bercinta hanya di tempat tidur. Ubahlah kebiasaan ‘usang’ tersebut dengan hal-hal baru yang bisa dijadikan variasi dalam bercinta. Bercintalah di mana saja, selama itu memungkinkan. Di sofa, di mobil dalam garasi, di dapur dan sebagainya. Selain memecahkan masalah tempat, bercinta di berbagai tempat menimbulkan sensasi tersendiri sehingga memperkaya kehidupan seks Anda.

5. Tidak Perlu Minder
Biasanya wanita yang telah melahirkan mengalami perubahan bentuk tubuh. Seringkali wanita merasa minder. Perubahan fisik pasca kelahiran buah hati adalah hal yang memang tidak dapat dihindarkan. Bentuk tubuh yang tidak seindah masa gadis tidak akan mengurangi rasa cinta kasih suami. Jadi, cobalah untuk lebih rileks saat berhubungan. Jika masih merasa minder, gunakan penerangan yang redup, atau gunakan baju yang menurut Anda sexy sehingga kepercayaan diri Anda akan bertambah.

6. Manjakan Diri
Banyak wanita yang kurang memperhatikan lagi penampilan setelah melahirkan buah hati. Mungkin karena waktu, tenaga dan biaya yang kini lebih banyak terfokus pada buah hati. Padahal itu sangat salah, selain perhatian kepada buah hati, perhatian kepada suami juga kepada diri sendiri juga sangat penting. Jika penampilan kita kurang menarik, tentunya perhatian suami kepada kita juga akan berkurang bukan? Perawatan diri tidak selalu dengan biaya yang mahal. Carilah waktu yang tepat, manjakan diri dengan mandi lulur atau ke salon. Jangan selalu menggunakan daster saat dirumah dan jangan lupa untuk selalu terlihat bersih dan wangi. Jika kita terlihat bersih dan berbau wangi, tentu kepercayaan diri kita pun akan tumbuh dan kita tidak akan merasa canggung dan malu saat berhadapan dengan suami tercinta.

FANTASI Seks Liar, Tidak “Diharamkan”

Posted in 1, Artikel-SEKS with tags , , , on 14 April 2009 by konsultasiseks

Kualitas hubungan seks adalah seberapa sering kita making love  dengan pasangan kita? Tapi bagaimana dengan seks sebagai alternative relaksasi, rekreasi dan fun. Oh ya, fantasi liar dengan pasangan ternyata tidak “diharamkan’ loh….

Pernah mendengar slogan ‘Kualitas Adalah Segala-Galanya?’ Seolah ingin mengatakan, memberikan yang terbaik dan terindah. Konon, ini berlaku untuk semua lini kehidupan, termasuk hubungan seks. Pastinya kualitas hubungan seks yang menyenangkan, selain menjaga relasi antar pasangan, bisa juga jadi sarana relaxing, rekreasi dan fun.

Ada cerita soal seks yang menjadi jembatan untuk “saling menyenangkan” dengan pasangan. Dita [26], seorang sekretaris di sebuah perusahaan asing di kawasan Thamrin, menyebut suaminya kurang memiliki “kualitas” dalam hubungan seksnya. Suaminya, Tito [33], lebih suka menyebut kuantitas sebagai relasi suami istrinya. “Memang, seminggu bisa tiap hari kita melakukan hubungan seks, tapi jujur saja saya tidak menikmati karena sepeti kewajiban saja, tidak ada unsure rekreasi yang menyenangkan,” tukas Dita.

Berbeda dengan Mira [32], seorang pramugari maskapai asing asal Jakarta. Ibu satu anak yang kini tinggal di Hongkong itu  mengaku, memiliki relasi seksual yang berkualitas dengan suaminya, seorang pekerja IT di Hongkong. “Saya termasuk sering terbang, jadi jarang ketemu suami. Nah pertemuan yang singkat itu kita manfaatnya untuk berhubungan seks yang berkualitas,” aku perempuan berdarah Solo ini kalem.

Banyak cara yang dilakukan oleh Mira supaya kualitas seksualnya dengan suami menjadi benar-benar menyenangkan dan memuaskan. “Saya senang membaca buku-buku yang mengupas tentang seks, seperti Kamasutra. Buat saya, memberikan variasi dalam hubungan seks itu penting supaya tidak bosan,” imbuh Mira.

Menyimak dua contoh di atas, kualitas hubungan seks memang seharusnya dibangun dengan dua arah. Hubungan seks seyogyanya menjadi suatu ekspresi pengungkapan rasa kasih sayang dari dua insan yang saling mencintai. Dilakukan dengan sama-sama suka, artinya tidak ada unsur pemaksaan apabila pasangannya sedang tidak mood, sibuk, lelah atau sakit. Hubungan akan berhasil dengan baik dan memuaskan lahir batin apabila dilakukan dengan kesiapan kedua belah pihak. Istri dapat saja menolak (tentu saja dengan halus) apabila sedang tidak siap. Sebaliknya suami sebaiknya tidak egois, bisa bersikap bijaksana apabila pasangan sedang tidak siap.

Simak pendapat dr. Boyke Dian Nugraha Sp.OG, MARS, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang juga seksolog, menganggap seks adalah salah satu tiang perkawinan. Jika satu pilar ini goyah atau dicabut, rumah tangga itu bisa saja runtuh.

Menurut Boyke, peranannya dalam keharmonisan rumah tangga sekitar 20%. Sedangkan unsur terbesar, 55%, adalah faktor komunikasi. “Percaya atau tidak, Kesenjangan komunikasi akan menyebabkan banyak hal tak tersampaikan. Jika terus dibiarkan, kurang sehatlah hubungan suami-istri Anda,” ujarnya ketika berbicara  dalam suatu kesempatan.

Ada korelasi antara apa yang disampaikan Mira di atas dengan pendapat Boyke. Bagi dokter yang sempat main film ini, Supaya seks tetap dalam kondisi prima, ada empat hal ditekankannya. Pertama, seks yang dilakukan dalam ikatan perkawinan, bukan dengan pacar. Kedua, yang dilakukan dengan perasaan cinta, bukan dengan membayar, atau melakukannya secara asal-asalan. Ketiga, dilakukan dengan keterlibatan emosi masing-masing pasangan, dengan tujuan saling memuaskan. Keempat, yang dilakukan dengan teknik dan variasi baru, sehingga tidak membosankan. “Jika satu dari keempat hal itu tak ada, akan terjadi ketidakharmonisan,” tegasnya.

Dalam kacamatanya, fantasi “liar” tidak haram untuk dilakukan. “Sepanjang itu tidak dijadikan obsesi. Misal, sebelum berhubungan selalu harus menonton BF dulu. Kalau sesekali, bolehlah,” tambah dr. Boyke.

Dari beberapa studi literature yang ada, ada beberapa hal yang perlu Anda benar untuk melihat seberapa berkualitaskah hubungan seksual Anda dengan pasangan. Misalnya, anda termasuk pasangan yang masih sering bercumbu dan berciuman dengan pasangan? Menurut Michael Cane, penulis The Art of Kissing, berciuman memiliki banyak manfaat. Selain mengembalikan hasrat dan romantisme, berciuman juga memicu proses peningkatan kekebalan tubuh dan bisa membuat anda merasa kian menarik.

Jika anda dan pasangan masih melakukan hal ini, maka anda masih bisa merasakan sensualitas yang bisa mempengaruhi seluruh indera perasa. Bercumbu atau membuat gerakan-gerakan menggoda akan membuat pasangan lebih mesra dan nyaman. Hal tersebut akan membuat anda tampak seksi sehingga acara bercinta semakin menggebu-gebu.

Kemudian Sebaiknya sudah saatnya Anda mengubah mindset bahwa seks adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai pasangan suami istri. Seks haruslah menjadi kebutuhan jiwa bukan kewajiban.

Artinya jika seks telah menjadi kebutuhan jiwa antara anda dan pasangan, maka setelah bercinta anda akan merasa lapang dan lega seolah tanpa beban. Karena jika tidak, maka pada tahap ini anda tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali rasa lelah semata

Hal itulah yang sedang dialami oleh Dino [35], seorang karyawan di perusahan advertising terkenal di Jakarta. Relasinya dengan istri [yang karyawan di perusahaan marketing] sedang di ambang ‘roboh’ meski tetap serumah.  “Hampir setahun saya tidak pernah melakukan hubungan seks dengan istri. Kami sama-sama sibuk, nyaris tidak pernah ketemu. Ketika ingin, kami sama-sama lelah dan menolak,” ujar Dino.

Dino yang awalnya termasuk suami “setia” akhirnya “luluh” juga ketika seorang kawan sekantornya memberi perhatian lebih dan terjadilah “perselingkuhan” itu. “Saya menemukan apa yang istri dulu lakukan, pada teman saya itu. Jadi akhirnya saya menjalin hubungan terlarang dengan dia,” aku Dino.

Kenyataan banyak pasangan yang mengalami suasana kehidupan rumah tangganya sudah tidak romantis. Jika ditelusuri ternyata paling banyak penyebabnya masalah seksual. Meski bukan hanya itu permasalahannya, namun nyatanya itu lah penyebab terbesar.

Banyak faktor yang penyebabnya, biasanya timbul setelah beberapa tahun pasangan resmi berumahtangga. Biasanya diantara mereka sudah merasa pasangan atau kekasih sebagai saudara, teman atau bahkan sebagi kakak/adik.
Beberapa tips yang mungkin dapat dilakukan pasangan yang mengalami kemunduran hubungan seks.

Bicarakan masalah seks dengan kejujuran dan sikap terbuka antar pasangan. Harus ada keinginan untuk mencari penyelesaian dalam menghadapi berbagai masalah. Sikap menyembunyikan atau mengabaikan hanya akan memberikan masalah saja.

Tanamkan dalam hati, bahwa setiap hubungan seks membutuhkan usaha. Pertahankan kuantitas dan kualitas dari hubungan seks yang dilakukan. Kenikmatan berhubungan seks tergantung dari imajinasi dan keinginan diri untuk meningkatkannya.

Hal inilah yang lagi-lagi diingatkan oleh dr. Boyke. Menurut penyuka musik klasik ringan ini, rasa jemu, yang ada kaitannya dengan teknik dan variasi yang monoton, bisa memperkecil keterlibatan emosi. “Sang istri asal melayani karena (dianggap) sudah kewajiban, pura-pura orgasme supaya cepat selesai. Tak ada rasa cinta,” tuturnya.

Biasanya, suami mengeluh istrinya terlalu konservatif, diminta oral seks tak mau, sementara dirinya, terutama yang berusia di atas 40 tahun, memerlukan rangsangan lebih. Ini menjadi salah satu pendorong pasangan pria mendatangi pekerja seks komersial atau melakukan perselingkuhan. Jujur saja, Anda sudah berada di titik ini?

So, seberapa berkualitaskah hubungan seksual Anda kini?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.