[Anatomi VAGINA-2] Menjelajahi Titik Demi Titik VAGINA

Menjelajahi Daerah Terlarang
Di masa yang lampau wanita tidak pernah berpikir untuk melihat atau bahkan menyentuh alat kelamin mereka. Ini mutlak merupakan tanggung jawab  dari seorang dokter. Alat kelamin mereka sendiri sangat dibatasi. Dewasa ini, wanita merasa lebih nyaman dengan tubuh mereka dan mulai menyukai eksplorasi pada alat kelamin mereka. Saat mereka mengeksplorasi alat kelamin mereka mungkin tidak terlalu senang dengan apa yang mereka lihat. Wanita biasanya memiliki harapan yang tidak realistis tentang bagaimana alat kelamin seharusnya kelihatan. Kebanyakan buku anatomi menggambarkan organ kelamin wanita dalam bentuk yang kecil dan seragam. Jika ilustrasinya berwarna, maka vulva biasanya di perlihatkan dalam warna merah jambu yang seragam. Sebagai akibatnya, adalah sangat masuk akal untuk percaya mngapa banyak wanita yang merasa tidak nyaman jika alat kelamin mereka kelihatan walaupun mereka tetap merasa nyaman saat melihatnya. Ini sangat bertolak belakang dengan seksualitas mereka.  Kita akan berusaha menyembunyikan apa yang membuat kita malu dan dipermalukan.

Sejak banyak wanita yang memperlihatkan alat kelamin dengan sedikit rasa malu, mereka merasa sangat tidak nyaman dengan ide untuk memeperhatikan foto dari alat kelamin wanita lainnya. Mereka merasa gambar seperti itu, dan orang yang memperhatikan mereka, adalah tidak sopan. Yang sebenarnya adalah, foto-foto tersebut memegang kunci dalam membantu para wanita untuk menghargai dan memahami keaneka ragaraman yang normal dari alat kelamin wanita. Seorang wanita dapat menghabiskan waktunya sepanjang hari di ruang loker wanita dan tidak pernah melihat sebuah vulva, karena rambut kemaluan biasanya menutupi pandangan mereka secara langsung. Ini berarti kebanyakan dari wanita heteroseksual hanya melihat alat kelmin wanita lainnya lewat foto atau video, karena wanita tidak suka membandingkan alat kelamin mereka dengan milik teman-teman mereka.

Sayap Kupu-kupu
Daerah yang biasanya menjadi perhatian para wanita adalah bentuk, ukuran dn warna dari labia dalam dan luar mereka. Bagi kebanyakan wanita, bibir dalam lebih besar daripada bibir luar, labia mayora. Kebanyakan jika bukan dari keseluruhan wanita tidak memiliki labia berbentuk hati seperti yang diperlihatkan dalam teks umum. Warna dari labia mereka biasanya coklat atau hitam, bukan merah jambu. Ini kebanyakan tebal dan berkerut daripada tipis dan lembut. Dari foto dan ilustrasi yang sangat jelas diperlihatkan dalam halaman ini, labia dalam memiliki banyak ukuran dan bentuk yang normal. Foto-foto dan ilustrasi tersebut lebih jelas menunjukkan keanekaragaman yang alami dibandingkan dengan sumber lain yang ada. Majalah pria yang populer biasanya tidak memperlihatkan keaneka ragaman seperti itu.

Perhatian atas bentuk dan ukuran labia mungkin lebih besar pada wanita dari ras yang bukan kulit putih (non-kaukausian) karena kebanyakan buku anatomi didasarkan pada golongan kaukasian yang ideal. Para wanita dan dokter nampaknya tidak menyadari fakta bahwa gadis dan wanita dari satu kelompok ras asli dari Afrika Selatan biasanya memiliki labia minora yang panjangnya empat inci melewati labia mayora. Gadis dan wanita ini akan dilihat sebagai bentuk yang diubah, oleh mereka sendiri dan oleh dokter mereka.  ini dapat dilihat sebagai contoh dalam website Dr. Alter. Labia yang keluar diatas labia paling luar merupakan hal biasa dan normal pada sebagian besar wanita dari semua ras, akan tetapi tidak biasa, untuk menjadi universal, bagi para gadis dan wanita Afrika. Jumlah proyeksi untuk semua ras wanita dapat menjadi hanya beberapa inci ketika labia dalam posisi dimana atau lebih saat labia di buka lebar.

4 Tanggapan to “[Anatomi VAGINA-2] Menjelajahi Titik Demi Titik VAGINA”

  1. gak ada fotonya?

    • konsultasiseks Berkata

      kebijakan kami adalah tanpa foto. meski mungkin terasa kurang, tapi itu sudah menjadi kesepakatan kami disini. terimakasih.

  2. Info yang menarik !

  3. memang banyak orang yang belum mengerti cara menjaga daerah pribadinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: